PEROKSIDA merupakan bahan utama di sebagian besar produk pemutih gigi rumahan. Umumnya, produk tersebut dianggap aman dan bekerja dengan membentuk gelembung pada enamel gigi yang mampu mengangkat noda gigi
Oleh : Latifa Fitria
[email protected]
Produsen mengatakan, efek samping yang palÂing umum terjadi dari pemakaian yang sering ialah sensitivitas gigi, namun para ahli memiliki pendapat yang berbeda ketika Anda meÂmutuskan untuk memutihkan gigi Anda di rumah.
“Konsumen memiliki akses untuk mendapatkan produk pemutih gigi. Sayangnya, beÂberapa produk justru dapat merusak gigi Anda,†kata Dr. Gerry Curatola dari RejuvenaÂtion Dentistry di New York City.
“Beberapa dari produk tersebut menggunakan konsenÂtrasi pemutih terlalu tinggi yang umumnya berbentuk hidrogen peroksida.â€
Selain itu, beberapa produk pemutih gigi mengandung asam yang bisa menyebabkan keruÂsakan, yaitu kerusakan pada jaringan lunak di mulut seperti gusi, lidah atau tenggorokan.
Ketika sering digunakan, lanjut Curatola, produk ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada mineralisasi dan enamel gigi Anda. Jadi, jika Anda meliÂhat warna biru neon pada gigi, itu dapat menjadi pertanda over-whitening, Curatola menÂcatat.
Pemutih gigi bisa membuat orang-orang kecanduan, seÂhingga terus-menerus melakuÂkan pemutihan gigi dengan produk pemutih gigi rumahan, seperti pemutih dalam bentuk pasta gigi, obat kumur, atau jeÂnis pemutih gigi lainnya. PadaÂhal, rutinitas ini bisa membuat gigi menjadi rusak.
“Anda hanya boleh memuÂtihkan gigi Anda dalam waktu singkat dan itu harus dilakukan tidak lebih dari 2 bulan sekali,†kata Curatola.
“Sehingga, saya benar-benar merekomendasikan unÂtuk melakukan konsultasi dengan dokter gigi seÂcara langsung, atau melakukan proses ini di bawah pengaÂwasan dokter gigi,†pungkasnya. (NET)
Bagi Halaman
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















