
BOGORTODAY.COM – Keinginan memiliki berat badan ideal membuat banyak orang tergoda mencoba berbagai produk pelangsing yang menjanjikan hasil cepat. Mulai dari pil diet, minuman penurun berat badan, suplemen berbentuk gummy, hingga program di klinik pelangsing kerap menawarkan penurunan berat badan dalam waktu singkat.
Namun, di balik hasil yang tampak menggiurkan, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa penurunan berat badan yang terlalu drastis tidak selalu menandakan keberhasilan. Justru, kondisi tersebut dapat membawa risiko kesehatan yang tidak sedikit.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dicky Levenus Tahapary, menjelaskan bahwa proses menurunkan berat badan idealnya dilakukan secara bertahap dan terukur.
Menurutnya, berat badan manusia terdiri dari berbagai komponen, seperti lemak, otot, tulang, dan cairan tubuh. Ketika berat badan turun secara cepat, yang sering kali berkurang bukan hanya lemak, melainkan juga cairan tubuh dan massa otot.
Berat Badan Turun Cepat Belum Tentu Lemak Berkurang
Dicky menjelaskan, sejumlah produk pelangsing bekerja dengan cara meningkatkan pengeluaran cairan tubuh melalui urine. Efek ini memang membuat angka timbangan turun dalam waktu singkat, tetapi tidak serta-merta menunjukkan berkurangnya lemak tubuh.
Selain kehilangan cairan, penurunan berat badan yang terlalu cepat juga berisiko mengurangi massa otot. Padahal, otot memiliki peran penting dalam menjaga metabolisme tubuh tetap optimal.
Ketika massa otot menurun, kemampuan tubuh membakar kalori juga ikut berkurang. Akibatnya, berat badan berpotensi kembali naik dengan lebih cepat ketika pola makan kembali seperti semula.
Penggunaan Obat Pelangsing Harus Sesuai Indikasi
Dicky juga mengingatkan bahwa beberapa metode penurunan berat badan yang dilakukan tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan efek samping. Salah satunya adalah penggunaan hormon tiroid yang sebenarnya memiliki fungsi tertentu dalam dunia medis.
Hormon ini memang mampu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga berat badan bisa turun lebih cepat. Namun, efeknya tidak hanya mengurangi lemak, tetapi juga dapat menggerus massa otot yang dibutuhkan tubuh.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















