
“Bukan permainan pedagang, itu murni supply dan demand. Semua komoditas tak hanya daging, tapi juga gula, beras, minyak dan lainÂnya. Masuk puasa ada perubahan perilaku, orang biasa tak makan dagÂing, pas puasa jadi makan daging,†jelas Asnawi, kemarin.
“Karena setahun sekali, tak apa biasanya protein makan tempe tahu, khusus buka puasa pakai daging. Atau orang seminggu sekali makan daging, karena puasa jadi 2-3 kali makan dagÂing. Atau yang biasa ayam atau ikan, khusus puasa jadi sapi,†imbuhnya.
Asnawi mengungkapkan, kalau pun ada ambil untung lebih oleh pedagang saat puasa dan Lebaran, penyebab utama kenaikan harga daging tetap disebabkan permintaan yang juga melonjak dari bulan-bulan lain saat normal. “Walau di feedlotÂer dagingnya cukup, tapi karena ada perubahan pola perilaku konsumen yang drastis dengan permintaan yang naik tinggi, akhirnya perubaÂhan harganya tinggi, ada kenaikan dari hulu,†kata dia.
Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini SoÂemarno menyebut harga pangan sepÂerti bawang merah dan daging sapi masih di atas target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo ( Jokowi).
Sebagai gambaran, harga bawang merah di pasar dipatok Rp 41.000/ kg, sedangkan target Jokowi ialah Rp 25.000/kg sebelum puasa. “Jadi kita melihat bagaimana bawang merah itu Rp 41.000, padahal targetnya itu Rp 25.000,†kata Rini usai rakor pangan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (24/5/2016). Hal sama terjadi pada daging sapi. Harga daging sapi masih di atas Rp 100.000/kg. “Harga daging sapi Rp 113.000/kg, padahal target Rp 80.000/kg,†tambahnya.
Terpisah, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan ada kesepakatan untuk mengimÂpor bawang merah. Impor bawang merah itu akan dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya adalah Perum Bulog. “Untuk impor bawang merah itu nanti kesÂepakatan kita. Kalau melakukan imÂpor dari Bulog. Jadi kontrol Bulog,†ujar Amran di Kantor Presiden, komÂplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/5/2016).
Menurut Amran, dengan kontrol dari Bulog, maka harga di tingkat petÂani tetap terjaga dan tak jatuh meskiÂpun ada bawang merah impor. DenÂgan adanya impor bawang merah itu maka harga di pasar bisa turun sesuai target, yaitu di bawah Rp 25.000/kg.
Namun, Amran enggan menjelasÂkan detail impor tersebut. MenurutÂnya, urusan impor bawang merah diserahkan ke BUMN. “Kita sepakat serahkan nanti ke BUMN,†tandasÂnya.(*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















