
Sebelumnya Alfian Mujani menjelas konsep dan semanÂgat gerakan menanam pohon setiap hari yang dilakukan BoÂgorHejo. “Gerakan menanam pohon setiap hari ini dilandasi rasa syukur atas keindahan alam yang diberikan Allah. Tetapi keindahan itu kini suÂdah banyak mengalami keruÂsakan,†katanya.
Karena itu, lanjut Alfian, surat kabar harian Bogor ToÂday melalui Gerakan BogorHeÂjo melakukan penanaman poÂhon setiap hari, meskipun ini bulan suci Ramadhan dimana banyak sekolah sedang mrmaÂsuki musim liburan. “Kami bersyukur ada pesantren Al Inayah yang tetap melakukan kegitan di bulan suci RamadÂhan ini,†katanya.
Selain itu, menurut Alfian, penanaman pohon ini juga diÂmaksudkan untuk mengembaÂlikan hawa sejuk yang sudah lama meninggalkan Bogor. “Dulu Bogor sangat sejuk, sekÂarang sama panasnya dengan Jakarta dan kota lain di JaboÂdetabek,†katanya.
Lebih dari itu, menurut AlÂfian, penanaman pohon yang dilakukan Bogor Hejo ini juga untuk mendukung program ketahanan pangan. Karena itu, pohon yang ditanam hamÂpir seluruhnya buah-buahan. “Pohon buah selain menduÂkung program ketahanan pangan juga bisa menjadi koriÂdor burung,†kata Alfian.
Meski suasana bulan puaÂsa, kegiatan menanam pohon di Ponpes Al-Inayah ini tetap semarak dan bersemangat. Amel, panggilan akrab Amalia Dian, tetap membawakan kuis pohon berhadiah sembako dan peralatan sekolah serta payung sumbangan dari para donatur seperti Linda Kristanti Nussy SH dari Bank BRI Dewi Sartika dan Bank BJB. Para santri dan santriwati tampak asyik dan terhidur dengan game yang dibawakan Amel ini.
Suasana Ponpes yang meÂmiliki 250 santri dan santriwati ini berbeda dengan hari-hari biasa. KeÂhadiran Bogor Hejo telah membawa suasana baru yang sangat menghibur meteka. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















