Hadapi MEA, Indocement Sekolahkan 10.000 Tukang Sampai 2020

Fikri menjelaskan, hingga 2020 perusahaan membutuhkan 10.000 tukang yang bersertifikasi dari Sekolah Tukang Tiga Roda. Angka ini sangat jauh dari posisi yang ada saat ini baru mencapai 1.000 tukang.

Fikri menekankan pemban­gunan sekolah tukang ini guna menghadapi ajang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sehingga para pekerja (tukang) bangunan yang dimiliki Indonesia bisa ber­saing dengan luar negeri.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

“Ini juga bagian Corporate Social Reponsibility (CSR) kita. Ini yang harus kita lakukan. Ini dijalankan guna menghadapi MEA,” jelas Fikri.

Fikri melanjutkan pengajar sekolah tukang terdiri dari be­berapa pengajar yang datang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Nantinya, pengajar tersebut diberikan modul dan bahan pelajaran yang berstan­dar tinggi. “Mereka menginap tiga hari dua malam yang ikut dalam sekolah tukang. Mereka menginap di Bogor, Bali, Malang, Palangkaraya, dan masih banyak lainnya. Mereka diberikan modul dari kita, setelah itu ujian. Kalau lolos makan diberikan sertifikasi. Pengajarnya juga dengan guru yang profesional,” papar Fikri.

BACA JUGA :  Sekolah Rakyat Buka 5.127 Formasi Tenaga Kependidikan Tahun 2026, Simak Posisi, Syarat, dan Jadwal Seleksinya

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================