Jokowi Isyaratkan Rombak Menteri

Golkar Minta Jatah

Isu reshuffle kabinet ini kembali mencuat setelah Partai Golkar me­nyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Ketum Golkar Setya Novanto berharap pemerintah mengakomodir kadernya di kursi kabi­net bila reshuffle benar-benar dilakukan.

“Ini tentu suatu sinyal yang diberi­kan tetap memberikan suatu apreasiasi dan penghormatan, mudah-mudah­an,” kata Novanto kepada wartawan di usai menghadiri Haul Taufiq Kiemas di Kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Rabu (8/6/2016).

Jawaban ini disampaikan Novanto saat ditanyakan mengenai sambutan Presiden Jowi dalam acara haul Taufiq Kiemas. Jokowi saat memberikan sam­butan, menghitung jumlah menteri dari NU yang berjumlah 6 orang. “Saya jadi ingat reshuffle kalau begini,” kata Jokowi.

Namun Novanto tak menjawab lugas saat ditanya mengenai ada tida­knya obrolan dengan Jokowi mengenai reshuffle. “Pokoknya kita doakan lah,” ujar Novanto tertawa.

Jokowi hingga saat ini belum per­nah memberikan pernyataan terkait re­shuffle. Namun posisi PAN dan Golkar yang menjadi pendukung baru pemer­intahan disebut-sebut bisa mendapat jatah kursi.

Isu reshuffle kabinet kembali men­guat memasuki bulan Ramadhan. Spekulasipun muncul bahwa reshuffle bakal diumumkan setelah lebaran. Se­lain jajaran menteri dari profesional, kabarnya Jokowi juga akan mereshuffle menteri asal parpol.

Reshuffle kabinet meski menyang­kut evaluasi yang sudah lama dilakukan Presiden Jokowi, tak bisa dari manu­ver PAN dan Golkar masuk parpol pendukung pemerintah. Sebagai kon­sekuensinya, kedua parpol itu diisu­kan akan mendapatkan jatah menteri. Nah untuk mengakomodir dua parpol itu kabarnya bakal ada parpol yang dikurangi jatah menterinya, menurut isu santer yang akan dikurangi adalah menteri dari PKB yang saat ini masih punya empat menteri.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Dampingi Prabowo dan Dedi Mulyadi, Sejumlah Ruas Jalan Strategis Kabupaten Bogor Diresmikan

Memang parpol pendukung pemer­intah tak ada yang berani menginter­vensi hak prerogatif presiden. Namun demikian mereka meyakinan menteri mereka tidak akan dikurangi, semacam harapan terselubung juga yang disam­paikan ke Presiden Jokowi.

“Kita optimis PKB tak akan berkurang, mungkin malah bertambah yang bagus. Keinginan boleh lah,” ujar Sekjen PKB Abdul Kadir Karding beber­apa waktu lalu.

Saat ini memang ada 3 kader PKB di Kabinet Kerja. Yakni Menpora Imam Nachrowi, Menteri Desa Marwan Jaf­far, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri. Sementara itu Menristek Dikti M Nasir yang juga ipar Ketum PKB Mu­haimin Iskandar juga sering nongol di acara PKB. Meski menyampaikan ha­rapan agar menterinya tidak dikurangi namun PKB menyertakan kata-kata bersayap.

“Kalau dapat itu silakan, selebihnya itu urusan presiden, bahwa kehilangan kok saya enggak yakin. Selama ini PKB sangat baik, bekerjasama, loyal dan mengikuti semua kebijakan dan program kepemimp­inan Pak Jokowi,” jelas Karding.

BACA JUGA :  Kenali 7 Ciri Orang Problematik yang Bisa Mengganggu Hubungan Sosial

Sementara itu Ketum PPP Roma­hurmuziy juga meyakini menterinya tidak akan direshuffle. Apalagi PPP yang belakangan mendukung Jokowi hanya mendapatkan satu kursi Menteri Agama.

“PPP kan cuma 1 (menteri di Kabi­net Kerja). Masak mau dikurangin lagi,” kata Romy saat dimintai tangga­pan apabila Golkar dapat jatah menteri yang menggeser posisi menteri PPP.

“Posisi yang pernah disampaikan oleh Presiden yang enggak mau ada parpol yang dominan di kabinet itu hanya menyisakan 1 kursi saja. Karena dari 34 kursi kementerian dan lemba­ga, yang ada di kabinet sudah 16 dari parpol. Apapun itu hak prerogatif pres­iden,” sebutnya.

PDIP sebagai parpol pendukung utama Jokowi-JK malah tak mau bicara banyak soal reshuffle kabinet. PDIP me­nyerahkan sepenuhnya kepada Pres­iden Jokowi.

“Semua atas kehendak presiden, PDIP bukan dalam posisi (ikut cam­pur). Saat ini konsentrasi kita mem­berikan dukungan kepada bapak pres­iden mendorong stabilitas harga bahan pokok di bulan puasa. Supaya bulan puasa menjadi bulan penuh makna. Ka­lau reshuffle kami serahkan sepenuh­nya kepada Presiden Jokowi,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, kepada wartawan. (*)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================