Daging Impor Diperbesar

Harga daging sapi hingga kini masih di atas Rp 100.000/kilogram, bahkan tembus ke Rp 140.000/kg. Padahal, pemerintah menghendaki harga daging sapi bisa di bawah Rp 80.000/kg.

Mentan, Amran Sulaiman, men­gungkapkan melambungnya harga daging sapi lantaran rantai pasok yang dianggap sangat panjang. Pi­haknya mengklaim kini punya tero­bosan baru mengatasi ‘penyakit’ tersebut. “Kita sepakati perpendek rantai pasok. Dari feedloter (pengge­mukan sapi) langsung ke pasar kecil atau koperasi-koperasi dengan harga terjangkau,” kata Amran.

Menurut Amran, ini baru per­tama kalinya dilakukan dengan me­mangkas distribusi yang cukup sigini­fikan. Sebelumnya, sapi dari feedloter harus melewati rumah potong he­wan kemudian ke pedagang besar, sebelum dijual di pasar. “Ini tidak per­nah terjadi. Ini menarik dari feedloter keperasi dan pasar,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sering Kram Kaki? Waspadai 7 Penyakit Ini sebagai Penyebabnya

Amran tak menjelaskan lebih lanjut bagaimana sapi dari feed­loter harus dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), sebe­lum dijual sebagai karkas (daging dan tulang) ke pedagang. Dirinya hanya meminta wartawan ikut dalam uji coba pertama tersebut.

Dia menuturkan, untuk mere­alisasikan rencana tersebut, ada 2 lokasi pasar yang akan jadi per­contohan penjualan daging murah langsung dari feedloter tersebut. “Nanti hari Minggu kalian ikut yah, jam 5 subuh. Di Pasar Minggu dan Cipete,” kata dia.

BACA JUGA :  Bolehkah Kulit Hewan Kurban Dijual? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

Harga daging sapi di pasaran hingga kini masih tinggi di atas Rp 100.000/kilogram (kg), bah­kan ada pedagang di Jakarta yang menjual dengan harga mencapai Rp 130.000/kg. Padahal, Presiden Joko Widodo mengatakan harga daging sapi harus turun hingga di bawah Rp 80.000/kg di saat puasa.

Hal ini membuat pemerintah panik dan mencari berbagai upaya agar harga daging sapi bisa didapat dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Sejumlah cara dilakukan, di antaranya Operasi Pasar (OP) dan melakukan impor daging sapi beku dari Australia. (Yuska Apitya/dtk)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================