
Kerusakan lingkungan yang terÂjadi di Kawasan Bogor ini, menurut Ustadz Yani, sering juga dikambing hitamkan oleh orang-orang Jakarta, seolah-olah banjir yang terjadi di Jakarta itu kiriman dari Bogor. ‘’PaÂdahal, orang Jakarta sendiri yang buang air di Puncak. Mereka meruÂsak lingkungan di Puncak,’’ katanya, ‘’Selain itu, kita sendiri sudah mulai sulit mendapatkan air bersih. Air PDAM belum masuk, sementara kaÂlau bikin sumur harus menembus kedalaman minimal 20 meter baru keluar air,’’ tambahnya.
Sebelumnya Ketua DKM SyariÂkatul Anwar Ahmad Mistar Setiawan memimpin dzikir para jamaah masÂjid yang akan mengikuti buka bersÂama yang diselenggarakan Keluarga Muslim Bogor (KMB) pimpinan H. Rusli Saimun. Selesai dzikir, dilanÂjutkan penjelasan tentang kegiatan KMB dari tahun ke tahun. ‘’Selain buka puasa, KMB juga menyelengÂgarakan santunan bagi anak yatim,’’ katanya.
Pemimpin Redaksi Bogor Today Alfian Mujani yang diberikan kesemÂpatan bicara menjelaskan visi-misi Gerakan Bogor Hejo dalam melakuÂkan penanaman setiap hari. ‘’Pohon yang kami tanam pohon buah-buaÂhan agar memberi multiefek bagi kehidupan masyarakat kelak. Selain menghasilkan oksigen dan menceÂgah bahaya longsor, pohon buah memberi sumbangan bagi ketahanÂan pangan dan menciptakan koridor burung,’’ katanya.
Alfian meminta kepada para pemuka agama, para ustadz, para kasepuhan dan anak-anak muda yang hadir di acara ini agar menjadi pelopor penanaman pohon di lingÂkungan masing-masing.
Penanaman pohon dilakukan beberapa menit sebelum berbuka puasa oleh Tim Bogor Hejo Tato Marsito dan Amalia Dian PuspitasaÂri bersama Ketua DKM Syarikatul Anwar, Ketua KMB H Rusli Saimun, Ustadz Yani, Ustadz Hamdan dan para warga setempat jamaah Masjid Syarikatul Anwar. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















