
BOGOR TODAY- Sebagai upaya menekan persoalan mahalnya daging di sejumlah pasar tradisÂional, Perusahaan Umum (PeÂrum) Bulog akan menebar daging murah sebesar Rp 80 ribu diberÂbagai daerah di Indonesia.
Di Kota Bogor, wacana terseÂbut disambut baik masyarakat. Namun dari sisi pedagang, renÂcana Perum Bulog mendapat penolakan. Alasannya, karena daging bulog dinilai tidak dimiÂnati masyarakat lantaran kualitas yang buruk.
Salah satu pedagang Pasar Bogor, Andri (40), meminta agar Pemerintah dapat memberikan solusi terbaik dari persoalan yang akan timbul dari adanya daging murah. “Saya harap ada solusi terbaik yang diberikan pemerintah atas persoalan ini. Menginggat, pedagang juga ingin ikut dalam lebaran. Ada ratusan pedagang dan karyawannya yang akan terkena imbas,†pintanya.
Penolakan itu membuat Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perindustrian dan PerdaÂgangan (Disperindag) Kota Bogor berencana akan memasarkan sendiri daging bulog ke masyaraÂkat. Rencananya, daging tersebut akan di drop di enam kecamatan yang ada di kota hujan.
Namun demikian, rencana tersebut menuai polemik di kaÂlangan pedagang. Mereka khaÂwatir, daging sapi yang dijajakan mereka akan tidak laku, lantaran terkena imbas daging murah pemerintah.
Seperti diakui Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Bogor, Mangahit Sinaga. Kata dia, Pemerintah Kota Bogor berada dalam posisi dilematis. Disatu sisi, daging murah sangat diperÂlukan khalayak ramai. Disisi lain, perlu juga dipikirkan dampak penurunan omset pedagang dagÂing bila itu diperlakukan.
“Kami masih merumuskan soal ini. Yang jelas, kita akan tempuh solusi yang mengatasi masalah tanpa menimbulkan maÂsalah baru,†singkatnya.
Berdasarkan data yang terÂcatat di PD Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, terdapat 137 pedagang sapi yang tersebar di tujuh pasar. Dengan rincian, 6 pedagang daging sapi di Pasar Sukasari, 6 pedagang di Pasar Gunung batu, 6 pedagang di PasÂar Warung Jambu, 4 pedagang di Pasar Padasuka, 1 pedagang di Pasar Devris, 7 pedagang di Pasar Merdeka, dan 55 los daging serta 52 kios di Pasar Bogor. Rata-rata setiap pedagang memiliki 2 samÂpai 3 karyawan.
Jumlah tersebut, belum ditÂambah pedagang daging yang beroperasi diluar pasar yang beÂlum menjadi naungan PD PPJ, seperti Pasar MA Salmun.
Dari data diatas, maka dapat dipastikan, ratusan pedagang dan karyawannya akan terkena imbas dari kebijakan itu.
Sementara itu, Dirut PD PPJ, Andri Latif mengungkapkan, bila daging bulog tidak akan disebar ke sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor. “Sesuai rapat teraÂkhir, yang dihadiri Kabag PerekoÂnomian PD PPJ dan unsur PemerÂintah, daging bulog tidak akan di drop ke pasar. Tetapi akan dipasÂarkan di kecamatan,†ucapnya. (Patrick)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















