Untitled-23LYON– Italia sukses menggilas Belgia 2-0 dalam laga pembuka Grup E di Euro 2016. Emanu­elle Giaccherini dan Graziano Pelle jadi aktor kunci kemenan­gan Gli Azzurri.

Bermain di Stade de Lyon, Lyon, Selasa (14/6/2016) dini­hari WIB, Italia memasang trio Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini di lini belakang. Mereka berdiri di depan kiper veteran Gianlu­igi Buffon. Di lini depan, Italia menduetkan Eder dan Grazia­no Pelle.

Sementara itu, Belgia me­masang bintang-bintangnya seperti Thibaut Courtois, Toby Alderweireld, Radja Nainggolan, Axel Witsel, Eden Hazard, Kevin De Bruyne, sampai Romelu Lu­kaku sejak menit awal.

Alhasil, Belgia mendominasi permainan, tapi mereka diha­dapkan pada tembok tebal saat mendekati lini pertahanan Italia. Italia memang bertahan sangat disiplin dan membuat para pe­main depan Belgia frustrasi.

Italia, yang lebih ban­yak mengandalkan serangan balik, unggul 1-0 di babak per­tama melalui gol Emanuele Giaccherini pada menit ke-32. Tim besutan Antonio Conte itu kemudian memantapkan kemenangan mereka lewat gol Pelle di injury time.

BACA JUGA :  Daftar Pebulu Tangkis Indonesia di Thailand Open 2024

Berkat kemenangan ini, Italia untuk sementara me­mimpin klasemen Grup E dengan poin tiga. Mereka ada di atas Swedia dan Republik Irlandia yang masing-masing punya poin satu. Belgia di po­sisi terbawah dengan poin nol.

Gelandang Daniele De Ros­si mengaku yakin sejak awal bahwa Gli Azzurri akan me­raup hasil positif. “Saya merasa tak seperti biasanya mempu­nyai kepercayaan diri bahwa kami bisa mendapatkan hasil akhir seperti ini, meskipun teman-teman saya di Roma mempertaruhkan rumah mer­eka untuk Belgia!” tegas De Rossi di Sky Sports Italia yang dilansir Football Italia.

“Saya bilang ke mereka untuk hati-hati karena Italia sangat terorganisir dan beker­ja sangat keras. Kami sudah membentuk grup yang sangat luar biasa. Saya sudah di tim nasional sejak tahun 2004 dan saya tak pernah melihat seke­lompok pemain muda yang sangat bagus karena mereka semua berpikir mengenai grup bukan diri mereka sendiri,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Cegah Penularan HIV AIDS, RSUD Leuwiliang Lakukan Penyuluhan Kepada Pasien dan Pengunjung

Pelatih Belgia, Marc Wilmo­ts menyebut adanya kesalahan komunikasi di lini belakang timnya yang berujung gol per­tama Italia. Wilmots juga me­nyoroti cara bermain Italia. Ini sangat mengecewakan bagi tim secara keseluruhan,” ujar Wilmots di Football Italia.

“Dalam setengah jam per­tama, kami sama sekali tak memberi peluang kepada mer­eka dan kami menciptakan beberapa kans untuk diri kami sendiri meskipun dari jarak jauh. Lalu kami membuat kes­alahan kecil di lini pertahanan dan Italia mencetak gol. Ada kesalahan komunikasi antara (Toby) Alderweireld dan (Lau­rent) Ciman,” tambahnya.

“Sulit untuk kembali ke permainan setelah itu, khu­susnya melawan Italia karena mereka sangat berpengala­man. Kami bermain jauh lebih baik setelah jeda meskipun tetap tak gampang melawan blok Juventus di lini pertah­anan mereka,” kata Wilmots. (Rishad/Net)

Bagi Halaman
============================================================
============================================================
============================================================