3091515971523---11_05_2010PEMERINTAH boleh saja menyebutkan perekonomian Indonesia sudah mulai bergerak dibandingkan tahun sebelumnya. Akan tetapi kenyataannya, daya beli masyarakat masih sangat rendah dan cenderung turun.

Oleh : Yuska Apitya
[email protected]

Hal ini terlihat dari proyeksi inflasi pada saat menjelang dan lebaran. Bank Indone­sia (BI) memperkirakan proyeksi inflasi Juni 2016 sebesar 0,61% dan Juli 2016 sebesar 0,97%. Sementara dibandingkan beberapa tahun sebe­lumnya, inflasi berada lebih tinggi. Khususnya satu bulan menjelang leba­ran.

BACA JUGA :  Rendang Ayam Kampung, Menu Lezat untuk Santapan Keluarga Tercinta

Data BI menunjukkan, inflasi pada saat satu bulan menjelang lebaran di 2015 sebesar 0,54%. Lebih rendah me­mang dibandingkan sekarang, namun periode tersebut daya beli masyarakat memang sangat buruk.

Namun pada 2014, inflasi (pada peri­ode yang sama) 0,93%, 2013 sebesar 3,29% (ada pengaruh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, 2012 sebesar 0,70% dan 2011 sebesar 0,93%)

BACA JUGA :  Resep Membuat Cah Kangkung Saus Tiram yang Lebih Sedap Bikin Ketagihan

“Kalau kita melihat demand, iya tahun ini dan tahun lalu lemah. Per­tama jumlah uang beredar kita yang rendah, satu lagi kredit rendah, jadi menunjukkan di demand memang rendah,” kata Rizki E Wimanda, Ke­pala Divisi Asesmen Inflasi Bank In­donesia, di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (17/6/2016).

============================================================
============================================================
============================================================