
Irawati justru berbalik menuding, bila PK Bogor SeÂlatan yang tidak solid dalam mendukung Yus Ruswandi. Sebagaian kader Golkar KeÂlurahan, justru menyatakan dukungannya kepada Heri Cahyono. “Dian sendiri bagaimana dengan penguÂrus wilayah di kelurahannya. Apakah solid?,†sebutnya.
Menyikapi hal itu, SekÂretaris DPD Golkar Heri CaÂhyono mengaku tidak perÂduli dengan persaingan dan hiruk pikuk Musda Golkar. Heri pun tidak mau menangÂgapi banyaknya manuver politik yang dilakukan para kader beringin. “Saya lebih tertarik blusukan ke warga dan memikirkan kostituen. Saya sedang menggalakkan tanam pohon beringin putih. Melalui tanam pohon ini, saya mencoba belajar mendekati masyarakat, tidak hanya kadÂer Golkar, tapi juga masyaraÂkat Bogor pada umumnya. Soal musda, saya tidak mau ambil pusing,†singkatnya.
Saling klaim suara dari para pendukung Balon Ketua DPD membuat situasi politik di tubuh Golkar makin panas.
Pengamat Politik LIPI Jakarta Syafuan Rozi angÂkat bicara. Syafuan menilai bila saling klaim antar para pendukung Balon Ketua DPD merupakan hal biasa. Menginggat Golkar Kota BoÂgor memiliki posisi tawar yang cukup tinggi di ranah pemerintahan kota hujan.
Sebagaimana diketahui, dalam pemilu 2014 lalu, GolÂkar menjadi partai dengan urutan suara ketiga, dengan raihan 5 kursi di Badan LegisÂlatif kota hujan. “Kursi ketua DPD menjadi strategis dalam menentukan sikap Golkar kedepan. Bukan tidak mungÂkin, para Balon Ketua DPD mengincar kursi F1 dan F2 di Pilwalkot 2019. Mungkin Yus akan berpasangan denÂgan Usmar Hariman dari DeÂmokrat. Atau Heri Cahyono berpasangan dengan Bima atau Usmar. Atau mungkin dengan kader dari partai lain,†bebernya. (Patrick)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














