Justru saat bulan puasa itu ke­luarga akan terkontrol juga oleh lingkungan sosial. Sedangkan anggota keluarga akan terkontrol oleh keluarga yang sedang berib­adah puasa. Berkah inilah yang kita dapatkan saat bulan puasa tiba. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, dari Anas radliallahu ‘anhu, ia berkata; Rasulullah shal­lallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena (makan) di waktu sahur itu men­gandung barakah.” Dari hadis diatas setidaknya ada beberapa berkah yang akan kita dapatkan. Pertama, anak-anak yang ada di­rumah akan terkonbtrol perilaku­nya. Perilaku yang terkontrol bisa berkelanjutan atau tidak pada bu­lan berikutnya.

Orang tua yang bisa men­didiknya saat bulan puasa tiba maka akan berlanjut pada bu­lan berikutnya. Dengan cara ini anak-anak akan taat terhadap aturan agama. Kedua, melatih taat waktu. Dengan puasa akan melatih disiplin keluarga terma­suk ayah dan ibunya. Ada batas waktu yang harus diatur saat saur dan berbuka. Seseorang tidak boleh masih makan dan minum saat Imsak sudah tiba. Tentu orang tua harus mengatur jadwal sebaik mungkin agar sam­pai batas waktu itu. Saat Imsak telah tiba maka aktivitas makan dan minum sudah berhenti. Keti­ga, melatih shalat berjamaah. Se­tiap orang sebaiknya berjamaah shalat dimasjid. Dengan puasa akan melatih seseorang untuk shalat subuh berjamaah.

Keempat, kesehatan akan terjaga karena dengan bangun pagi maka badan akan semakin sehat. Puasa juga bermanfaat un­tuk memperbaiki sistem pencer­naan. Dengan makan yang manis dan buah-buahaan saat berbu­ka maka akan membantu dan mempermudah buang air be­sar. Orang yang berpuasa pasti­nya akan semakin sehat karena akan mengatur sebaik mungkin gizi untuk tubuhnya. Berbeda dengan bulan sebelumnya. Ses­eorang tidak terprogram makan dan minumnya. Bahkan kadang makan dan kadang tidak minum sehingga mudah sakit. Kelima, seseorang yang berpuasa akan menahan diri untuk marah se­hingga akan menjadi berkah ke­pada orang lain dan dirinya. Ia tidak akan melakukan perilaku buruk saat ia berpuasa.

BACA JUGA :  HARI KEBANGKITAN NASIONAL PERLU PELURUSAN SEJARAH?

Semuanya akan terkendali. Sesuatu yang dikendalikan se­cara berkelanjutan maka akan menjadi perilaku berkelanjutan pada diri seseorang tadi. Itulah berkah puasa namun masih ban­yak lagi berkah yang lainnya. Semoga kita semuanya masuk surga. Yang paling penting lagi disini yaitu sesuatu yang diulang-ulang. Selain ibadah berfungsi untuk mendidik keluarga. Iba­dah pusa juga berfungsi untuk mendidik masyarakat pada ling­kungsn sosial. Ada tiga hal disini. Pertama, kontrol diri. Orang yang berpuasa akan terkontrol dirinya. Ia akan menahan men­gendalikan nafsu sahwat dan makannya.

Masyarakat secara langsung akan dikontrol oleh datagnya puasa. Pertanyaannya men­gapa terjadi perubahan pada lingkungan sosial. Pertama, ter­bukti masih ada iman pada se­tiap diri individu. Oleh karenya semua menyadari kalau bulan puasa itu waktu terbaik untuk bertobat kepada Allah. Saat ses­eorang itu masih ada nilai Iman tadi dalam dirinya maka masih mungkin untuk bertobat. Ke­mudian menjai manusia yang baik. Berlanjut pada bulan beri­kutnya sampai kepada tahun berikutnya. Jadi tidak heran ka­lau setelah bulan puasa banyak yang berubah pada perilaku se­seorang. Banyaknya umat yang ikut melaksanakan ibadah puasa bukti masih ada nilai Iman pada setiap orang. Meskipun kita tahu seseorang tadi perilakunya jahat namun akan terkontrol saat bu­lan puasa.

Kedua, terkontrol dan ter­kondisikan. Ibadah puasa membuat seseorang terkon­trol perilakunya. Ia akan su­lit untuk melakukan hal yang bertentangan dengan ibadah puasa. Ia akan terbawa arus ke­baikan. Ia tidak berani melaku­kan meskipun pada prinsipnya ia ingin melakukan kejahatan. Ia akan malu saat orang lain ti­dak melakukan namun harus ia melakukan. Kontrol ini tanpa ada aturan berbentuk hukum. Rupanya kontrol yang muncul dari komunitas/masyarakat akan mengontrol perilaku buruk se­seorang. Saat terkontrol oleh masyarakat maka seseorang tadi terhenti untuk berbuat ke­burukan. Perilakunya juga ter­kondisikan oleh lingkungan seki­tar. Orang-orang semuanya ikut sahur dan orang-orang semunya ikut berbuka puasa.

BACA JUGA :  SOLUSI AGAR GURU BEBAS DARI PINJOL

Jika ia berbohong untuk berpura-pura maka tidak wajar. Sekali mungkin ia lakukan na­mun berikutnya ia akan malu secara langsung kepada Allah. Menyadari jika tindakannya salah. Akhirnya karena lingkun­gan tadi manusia yang jahat ter­kontaminasi menjadi manusia yang baik. Awalnya ikut-ikutan menjadi baik malah menjadi ma­nusia yang baik beneran. Ketiga, ibadah puasa menciptakan keak­raban secara sosial. Masyarakat ramah kepada tetangganya. Yang biasanya tidak nyapa akan me­nyapa lagi. Yang tadinya bermu­suhan maka akan tersambung kembali. Terjalinlah silaturahmi saat bulan puasa. Keempat, iba­dah dilipatgandakan. Reward ini yang memubuat lingkungan sos­ial berubah.

Manusia berlomba-lomba un­tuk berbuat kebaikan. Semua ke­baikan dilipatgandakan. Reward atau pahala ini yang membuat banyak saudagar kaya, pengusa­ha, ilmuwan, KH, dan berbagai kalangan rela untuk memberi­kan makanan kepada orang lain. Sedekah berupa makanan men­galir kepada fakir miskin. Orang yang fakir tertolong karena banyak pertolongan dari sauda­ranya. Akhir bulan puasa ia ter­bebas dari kesusahannya. Semua itu karena petolongan Allah. Jalurnya melalui ibadah puasa. Banyak fakir miskin, janda-janda dan anak jalanan tiba-tiba terse­lamatkan dari kemiskinannya.

Disamping itu, banyak se­dekah cuma-cuma yang dinik­mati oleh orang banyak terutama pada masjid-masjid seluruh ta­nah air. Siapa saja bisa berbuka puasa dan siapa saja bisa menik­matinya. Masjid-masjid banyak yang menyediakan makan sahur dan buka puasa secara gratis. Se­lanjutnya, umat Islam yakin saat bulan puasa itu diampuni dosa-dosa yang sesungguh-sungguh ingin berpuasa dan bertobat. Karena hal itulah umat Islam ber­lomba-loma untuk melakukan kebaikan pada bulan puasa. (*)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua
============================================================
============================================================
============================================================