Duka di Paruh Ramadan

“Ini adalah bom waktu, har­us ada upaya revolusioner untuk penanganan bencana longsor ini. BNPB dan BNPD nggak mungkin bekerja sendiri. Untuk itu diper­lukan perubahan perilaku ma­syarakat untuk mengaitkan ke­hidupan mereka dengan mitigasi bencana,” tegas Sutopo.

Terpisah, Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi men­gakibatkan beberapa wilayah di Jawa Tengah mengalami banjir dan longsor.

“Banjarnegara longsor di daerah Wanarata dan Gumelem dengan jumlah korban enam orang sudah terevakuasi dalam keadaaan meninggal dunia. ke­mudian di Kebumen juga enam orang masih dalam pencarian, serta di Purworejo sebanyak 29 jiwa yang tersebar di beberapa lokasi,” jelas Agus.

BACA JUGA :  Pembebasan Lahan Jalan Rancabungur-Leuwiliang Butuh Anggaran Rp50 Miliar

Agus juga menerangkan, Ka­bupaten Purworejo tepatnya di desa Karangrejo atau Caok ke­camatan Loano, sebanyak enam korban tewas berhasil dievakuasi. Adapun di Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing, sebanyak empat kor­ban luka ringan, dua patah kaki, dan tiga masih tertimbun.

“Sedangkan korban terban­yak berada di daerah Donoranti, Kecamatan Purworejo dengan jumlah korban jiwa mencapai 14 orang. Tiga orang berhasil di­evakuasi dalam keadaan menin­ggal dunia dan 11 masih dalam pencarian,” tutur Agus.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Ajak Penggiat Lingkungan Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kabupaten Hijau Berkelanjutan

Saat ini, Tim Basarnas Kantor SAR Semarang telah bergabung bersama Tim SAR Gabungan di Kebumen dan Purworejo untuk melakuakan evakuasi. Selain itu, kata Agus, Kantor SAR Semarang juga tengah melakukan evakuasi terhadap warga yang terkena ban­jir di Kendal dan Surakarta.

(Yuska Apitya/dtk)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================