Mengintip Sentra Mie Glosor Pancasan

Hal tersebut dibuktikan dengan pen­ingkatan pengiriman di bulan Ramadan mencapai 10-20 karung setiap hari untuk setiap kios langganan mi glosor Pancasan. Sejumlah 66 kios tersebar di Leuwiliang, Ciampea, Ciawi, Cipanas, dan tentunya di Bogor. Satu karung mi glosor memiliki berat 250 kg dengan harga setiap 50 kg dijual Rp 200.000. Mi glosor Pancasan biasa mengirim karung-karung tersebut di malam hari.

BACA JUGA :  PB Porprov Kota Bogor Matangkan SOP Pembagian Tugas Tiap Bidang

“Sampai saat ini total pengiriman su­dah 12 ton. Alhamdulillah meningkat di tahun 2016, kata orang sekarang kan Tahun Kuda mungkin ada pengaruhnya juga,” jelas Pria kelahiran Sukabumi den­gan tawa.

Abah mempekerjakan empat orang su­pir dengan satu mobil bak miliknya dan terkadang menyewa satu mobil bak lain­nya jika pesanan membludak. Karyawan yang memproduksi mi glosor sejumlah 20 karyawan dan terbagi ke dalam dua shift, yakni pagi dan malam.

BACA JUGA :  Kabar Gembira, Perumda Tirta Pakuan Gelar Promo Pasang Baru Murah Meriah di Momentum HJB

Ketika Bogor Today menyinggung pengiriman mi glosor hingga Pulau Jawa, Abah hanya tersenyum dan mengatakan bahwa sebenarnya sudah ada pesanan ke Jonggol. Akan tetapi, jarak yang jauh dan armada yang tak mencukupi untuk mengirim mi glosor ke sana yang menjadi penghalang mi glosor lebih mengindone­sia. (Herza/ed:Mina/mgg)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================