B1-17-062016-BisnisJAKARTA TODAY- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagan­gan kemarin ditutup di teritori negatif. Mengawali perdagangan pagi, IHSG dibuka turun tipis 5,6 poin (0,00%) ke 4.896,796.

Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup turun 15,511 poin (0,32%) ke 4.881,341. Sementara indeks LQ45 di­tutup melemah 3,693 poin (0,44%) ke 832.241. Mengakhiri perdagangan Ka­mis (23/6/2016), IHSG ditutup melemah 22,543 poin (0,46%) ke 4.874,309. Se­mentara indeks LQ45 ditutup turun 4,938 poin (0,59%) ke 830.996. Delapan sektor melemah, hanya 2 sektor yang mampu menguat. Sektor consumer goods mencatatkan pelemahan ter­tinggi sebesar 1,15%, sementara pengua­tan tertinggi terjadi di sektor agrikultur sebesar 1,07%.

Baca Juga :  Harga Mie Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Ini Kata Mentan

Sebanyak 99 saham naik, 179 saham turun, dan 93 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 232.187 kali dengan total volume perdagangan saham sebanyak 7,391 miliar senilai Rp 5,033 triliun. Dana asing masuk tercatat Rp 236,310 miliar.

Saham-saham yang masuk dalam SQBI naik 4.000 poin (1,30%) ke Rp 311.000, CNTX naik 2.350 poin (16,15%) ke Rp 16.900, SMAR naik 360 poin (11,11%) ke Rp 3.600, dan AMFG naik 250 poin (3,85%) ke Rp 6.750. Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya GGRM turun 925 poin (1,39%) ke Rp 65.450, LPPF turun 475 poin (2,36%) ke Rp 19.625, ICBP turun 325 poin (1,86%) ke Rp 17.150, dan MYOR turun 300 poin (0,78%) ke Rp 38.200. Sementara di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) mejajaran top gainers di antaranya lemah terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS sore kemarin bergerak di Rp 13.228 dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.246. ­