BOGOR, Today – Dinas Pendidikan (DisÂdik) Kota Bogor telah menyiapkan kuota sebanyak 20 persen, bagi siswa miskin yang ada di Kota Bogor menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2016/2017. Dimana kuota terseÂbut disiapkan untuk calon siswa SMP dan SMA Negeri di Kota Bogor yang tiÂdak mampu, agar mereka tetap bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
Sekretaris Disdik Kota Bogor FahruÂdin mengatakan, pihaknya telah memÂberikan arahan kepada seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) untuk tetap memÂberikan perhatian khusus mengantarÂkan siswanya melanjutkan pendidikan. Kuota 20 persen yang ada di SMP dan SMA Negeri Kota Bogor ini, khusus dipeÂruntukan bagi siswa tidak mampu dan anak yatim piatu.
“Para calon siswa ini hanya cukup menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Program Indonesia Pintar (PIP). Jika tidak punya, mereka hanya cukup menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW temÂpat tinggalnya,†ujar Fahrudin.
Diterima atau tidaknya siswa terseÂbut masuk dalam jalur siswa tidak mamÂpu, dilihat dari hasil survey rumahnya. Fahrudin menuturkan, pengumuman adanya kuota 20 persen ini akan diÂbarengi juga dengan jalur prestasi yang kuotanya 10 persen ke setiap siswa. Hal ini agar tetap ada pengawasan dari maÂsyarakat pada program tersebut, selain pengawasan ketat yang juga dilakukan Disdik Kota Bogor dalam semua prosÂesnya.
“Kami sudah sampaikan kepada para calon siswa, jika ada penyelewenÂgan maka mereka harus segera melÂaporkannya. Wartawan juga bisa ikut memantau,†jelas Fahrudin.
Ia menambahkan, program jalur siswa tidak mampu sudah dilakukan sejak tahun 2015. Dimana sebelumnya hanya disediakan kuota sebanyak 10 persen saja. Karena itu, dengan bertamÂbahnya kuota menjadi 20 persen, tentuÂnya harus mampu meminimalisir siswa tidak mampu putus sekolah.
Di dalam Undang-Undang (UU) suÂdah dijelaskan bahwa fakir miskin dan anak yatim piatu dilindungi negara, serta beberapa program dari pemerÂintah pusat yang menyasar meratanya pendidikan. “Pemerintah Daerah (PemÂda) juga harus ikut mensukseskan dan melakukan pemerataan pendidikan,†pungkas Fahrudin. (Latifa Fitria)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















