Solar Subsidi Juga Dihapus

Produksi Tetap Digenjot

Meski harga minyak an­jlok 69% dalam 18 bulan terakhir, produksi minyak PT Pertamina (Persero) tetap meningkat. Pada 2014 lalu, produksi minyak Pertamina tembus 270.000 barel per hari (bph) dan pada 2015 naik 3% menjadi 278.000 bph, lalu pada Januari-April 2016 ini rata-rata produksi menca­pai 307.000 bph.

Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, mengungkap­kan bahwa kenyataan ini menunjukkan daya tahan Pertamina. Sekalipun harga minyak anjlok sampai kisa­ran USD 20/barel, Pertamina masih dapat bertahan. “Sam­pai harga berapa kita masih bisa hidup? Kalau sekarang USD 20/barel, kita masih bisa hidup,” kata Alam, di Jakarta, kemarin.

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

Penyebabnya, biaya produksi minyak Pertamina sangat rendah, buah dari efisiensi. Pada 2013, biaya produksi per barel USD 22,1. Pada 2014 naik sedikit menjadi USD 23,8/barel, kemudian 2015 turun sam­pai USD 20,7/barel. “Ta­hun 2016 ini sampai April rata-rata biaya produksi hanya USD 15,6/barel,” Alam menjelaskan.

Terus menurunnya biaya produksi minyak Pertamina ini, sambungnya, merupak­an hasil dari upaya-upaya efisiensi. Tapi efisiensi tidak sampai mengurangi produk­si karena yang dilakukan adalah membuat program yang efektif, tepat sasaran.

“Yang kita lakukan bukan hanya efisiensi, kita kombi­nasi efektif dan efisien. Efek­tif adalah melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan. Misalnya produksi, kita melakukan dengan cara yang benar, jangan over budget, waktunya jangan terlambat, dan sebagainya. Jadi memilih program yang pas kita laku­kan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Bogor Ajak Warga Jaga Persatuan

Berkat efisiensi dan pelak­sanaan program yang efektif ini, biaya produksi Pertamina dapat ditekan rendah tapi produksi terus merangkak naik. Sementara mayori­tas perusahaan-perusahaan migas di dunia mengalami penurunan pendapatan se­cara besar-besaran, pendapa­tan bersih Pertamina pada 2015 masih tumbuh 1,4%, salah satunya ditunjang oleh kinerja di bisnis hulu.(Yuska Apitya/dtk/ed:Mina)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================