Perang Bersama Melawan Geng Motor

geng-motor-foto-kozerBOGOR TODAY– Walikota Bogor, Bima Arya; Dandim 0606 Kota Bogor Letkol. M. Albar dan Kapolresta Bogor Andi Herindra kompak meny­ampaikan rasa prihatin atas aksi kekerasan yang dilaku­kan komplotan geng motor yang menimbulkan ketidakny­amanan.

Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan bahwa pimpinan unsur Muspida Kota Bogor telah sepakat untuk menindak tegas para pelaku yang telah menimbulkan ke­resahan warga Kota Bogor. “Pemerintah jangan dan tidak boleh sampai kalah, kita akan konsolidasikan dengan semua pihak. Menurut saya kondisi ini sudah tidak normal walau­pun belum sampai kategori siaga. Pemerintah Kota Bogor akan terus telusuri, adakah to­koh di balik semua ini,” tegas Bima saat berbuka bersama di Makodim 0606 Kota Bogor, Ja­lan Ahmad Yani, kemarin.

BACA JUGA :  Kemensos Usulkan Lansia dan Disabilitas Masuk Program MBG

Sementara, Dandim 0606 M. Albar mengatakan aksi ini mempengaruhi kondusifi­tas Kota Bogor. “Secara umum kondisi Kota Bogor relatif kon­dusif, namun adanya kejadian beberapa hari lalu menimbul­kan keresahan dan ketidakny­amanan warga Kota Bogor dalam beraktivitas dan men­jalankan ibadah di bulan Ram­adan. Hal ini mau tidak mau, langsung atau tidak langsung menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata M. Albar.

Ini juga terindikasi adanya pembiaran yang sudah sekian lama yang akhirnya menjadi satu kebiasaan negatif yang menimbulkan kerugian bagi semua pihak. “Kembali saya mengingatkan kepada semua pihak untuk melakukan pen­gawasan bagi putra-putri, keponakan, dan saudara kita agar menjaganya sehingga tidak ada korban sia-sia. Ton­tonan yang ada sedikit ban­yak memberikan pengaruh sehingga sering disalahartikan oleh mereka. Keluarga adalah benteng dan faktor yang uta­ma terhadap anak,” tegasnya.

BACA JUGA :  Uban Muncul di Usia Muda? Ini Berbagai Faktor yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Senada, Kapolresta Bo­gor AKBP Andi Herindra juga menuturkan sebagai langkah antisipasi, jajarannya beserta para stakeholder akan men­ingkatkan patroli bersama yang rutin dijalankan setiap malam. “Permasalahan ini adalah tanggungjawab ber­sama, semua harus berperan aktif. Untuk para pelaku jika terbukti bersalah langsung diproses, tawuran adalah pen­yakit menular. Kita akan cari latar belakangnya. Selain itu, kita juga akan buat satgas anti­tawuran. Untuk warga atau or­mas, aksi sweeping tidak dibe­narkan. Jika ingin membantu silakan berikan informasi ke­pada kami,» bebernya.(Yuska Apitya|(ed:Mina)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================