alfian mujaniSABAR itu ada tiga macam. Pertama, sabar atas masa depan. Boleh jadi kita punya keingi­nan untuk masa depan, namun jangan sampai nafsu mengalahkan nalar dan hati kita. Tetaplah berjalan di jalur yang diridlai. Yakinlah pada saat terbaik kita akan berlabuh di zona im­pian. Orang yang tak sa­bar dengan impian masa depan sering menghalalkan segara cara. Yang penting menang, yang penting kenyang. Orang macam ini akan terdampar di pantai derita. Ko­rupsi dijalani, jegal sana sini dilakoni. Dia lupa Alla tak pernah tidur.

Sabar kedua, sabar pada kejadian kini baik yang tak enak ataupun yang enak. Bukankah hidup mati adalah ujian? Maka begitu juga nik­mat dan derita adalah ujian. Banyak orang yang lulus ujian derita, namun lebih banyak yang lu­lus dari ujian kenikmatan.

Ketiga, sabar dengan masa lalu, yakni sabar dengan apa yang telah terjadi dengan tidak menjadikannya sebagai beban masa kini yang membuat kita larut dalam dendam dan emosi. Berdamailah dengan sejarah, pergilah ke kuburan untuk berziarah, siapa tahu di alam barzah kelak kita bertetangga dengan mereka yang selama hidup menjadi musuh bebuyutan. Akankah dendam kesumat dan pertengkaran masih dilanjutkan di alam barzakh?”