Untitled-3SEBAGAI makhluk sosial, manusia pasti berhubungan dengan lingkungan sosialnya dan salah satunya adalah berhubungan dengan tetangga. Tet­angga adalah orang-orang yang tinggal atau berada di sekitar tempat tinggal kita. Hidup bertetangga merupakan suatu keniscayaan yang pasti dibutuhkan bagi semua orang, bagaima­na mungkin seseorang bisa hidup jika tanpa ada orang di sekitarnya.

Islam sebagai agama yang rah­matan lil’alamin mengajarkan bahwa tetangga adalah orang-orang yang berhak untuk dipergauli dengan baik. Bahkan, berbuat baik kepada tetangga merupakan tanda kesem­purnaan keimanan kepada Allah SWT. Rasulullah bersabda: ‘Barang­siapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah memuliakan tetangganya.’ (HR. Bukhari-Muslim)

Sebagai muslim, kita harus men­jalankan kewajiban-kewajiban dalam agama ini secara sempurna. Kesem­purnaan dalam menjalankan Islam ialah dengan terlaksananya keterpad­uan antara menjalankan kewajiban yang berhubungan langsung kepada dengan hak-hak Allah (habluminal­lah) dan kewajiban yang berhubun­gan dengan hak – hak sesama manusia (habluminannas).

BACA JUGA :  Cemilan Gurih dengan Ketan Bakar Telur, Dikmat Disantap Bersama Kopi

Firman Allah : ‘Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutu­kan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. ‘ (QS. An-Nisa: 36)

Berbuat baik kepada tetangga bisa diwujudkan dengan berbagai cara, di antaranya yaitu saling mengenal sal­ing menghormati, saling tolong-me­nolong, menjaga kehormatanya, men­jenguknya ketika sakit, memenuhi undangannya, memberinya hadiah dan sebagainya.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Apresiasi Kasus Stunting di Kota Bogor Turun

Dan satu hal yang sangat penting bagi kita dalam berbuat baik terhadap tetangga ialah keberadaan kita har­uslah menjadi seseorang yang dapat menghadirkan rasa aman dan ke­percayaan bagi tetangga sekitarnya. Tidak ada ucapan atau perilaku kita yang dapat merusak ketenangan dan ketentraman tetangga.

Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa datang seorang pemuda ke­pada Rasulullah, kemudian ia men­gadukan tentang seorang perem­puan yang rajin beribadah, tapi perempuan tersebut juga sering ber­buat jahat terhadap tetangganya baik dengan ucapan maupun perbuatan­nya. Maka, Rasulullah mengatakan bahwa perempuan tersebut masuk neraka. Sebaliknya ada perempuan yang biasa saja ibadahnya, tetapi perempuan itu sangat baik terhadap tetangganya, maka Rasulullah men­gatakan bahwa wanita tersebut akan masuk surga.

Wallahu a’lam.

Bagi Halaman
======================================
======================================
======================================