
Hingga saat ini, Dinkes Kabupaten Bogor baru menÂjalin kerjasam untuk pasoÂkan vaksin dengan empat rumah sakit Swasta. Yakni, RS Bina Husada Cibinong, RS Thamrin Cileungsi, RS Dompet Dhuafa, Kemang dan RS Trimitra Cibinong.
“Sejauh ini baru empat itu. Tapi mungkin saja masih ada rumah sakit lain yang sudah menjalin kerjasama dengan puskesmas. Tapi, karena bagaimanapun mereÂka berdiri di Kabupaten BoÂgor, maka pemerintah bisa melakukan intervensi. Tapi, tidak semua vaksin di ruÂmah sakit swasta itu palsu,†tegasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh Yanwar mengungkapkan, dinkes harus segera melakukan antisipasi agar penyebaran vaksin palsu tidak semakin melebar. Salah satu denÂgan gencar melakukan kerÂjasama dengan rumah sakit swasta.
“Bagaimanapun, leading sector dinas kesehatan itu kan soal urusan rumah sakit dan kesehatan di Kabupaten Bogor. Nah, kalau banyak peredaran vaksin palsu ini, jika ditemukan disini, tentu dinas atau pemerintah daeÂrah yang disalahkan oleh masyarakat,†katanya.
Politisi PPP ini menamÂbahkan, jika memang rumah sakit swasta dominan mengÂgunakan vaksin selain yang digunakan pemerintah, maka Dinkes Kabupaten BoÂgor menekan mereka untuk menjalin kerjasama.
“Kan program imunisasi itu harus terus berjalan. KaÂlau isu vaksin palsu dibiarÂkan berlarut, bisa-bisa orang tua semakin malas mengiÂmunisasi anak-anaknya kaÂrena takut,†tukasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














