Hampir seluruh umat muslim beramai-ramai menyerbu tempat perbelanjaan pakaian, baik pasar modern ataupun pasar tradisional. Lebaran memang menjadi ajang lomba berbusana untuk sebagian umat muslim. Tak heran jika menjelang Lebaran nanti akan menjamur beragam jenis busana baru.
Oleh : Herza
Meskipun begitu, di tahun ini, gaya busana tunik atau pakaian peremÂpuan sepanjang ¾ masih meraÂjai panggung busana muslim. Disusul dengan pakaian berÂwarna monochrome (hitam-putih) dan pastel yang tetap mempertahankan kejayaanÂnya.
“Daritadi baju yang dicari itu baju tunik sama warna pastel. Untuk bawahan, sepÂertinya lagi menjamur celana kulot,†kata Rina, seorang penÂjual busana muslim di Dewi Sartika, Pasar Anyar, kemarin.
Berbeda dengan busana gamis. Busana yang satu ini memang memiliki pasarnya sendiri. Sekalipun menjamur gaya dan warna pakaian musÂlim yang lebih eye catching, tetap saja tidak menggeser busana gamis di setiap perayÂaan hari kemenangan.
Seperti busana gamis yang dijual di Rumah Sakinah MusÂlim milik Dina. Perempuan asal Empang itu mengaku tiÂdak kehabisan pembeli, padaÂhal busana yang ada di tokonya merupakan pakaian abaya atau pakaian tradisi wanita timur tengah. Terlebih hamÂpir kebanyakan pakaian abaya memiliki warna hitam dan puÂtih. Busana gamis yang dijual di toko miliknya juga tidak hanya diperuntukan bagi ibu-ibu saja, melainkan juga cocok dipakai untuk remaja.
“Pembeli yang datang ke toko saya bukan orang tua aja. Ada juga anak muda membeli pakaian di sini. Mungkin kareÂna monochrome memang maÂsih tren,†ungkap Dina.
Selama bulan RaÂmadan saja tokonya sudah meraup omzet di atas Rp. 10.000.000. Dina beralasan bahwa omzet tokonya besar lantaran harga paling murah untuk satu buah pakaian di tokonya ialah Rp 350.000.
Tidak hanya pakaian musÂlim untuk wanita saja, di sana juga dijual pakaian muslim unÂtuk pria. Dua baju koko lengan panjang berwarna putih dan cokelat sedang asyik dipamerÂkan oleh Dina. “Sebenarnya toko saya hanya jual pakaian abaya, tetapi menjelang LebaÂran, ya tidak apa-apalah saya jual untuk pelengkap,†tamÂbahnya.
Tak perlu khawatir kehaÂbisan pakaian, sebab pemilik toko biasanya menyediakan stok busana hingga malam takbiran nanti. “Saya tidak pulang kampung, mau pulang ke mana? Saya biasa buka keÂtika malam takbiran nanti,†tuÂtupnya.(Herza/Mgg/ed:Mina)
Bagi Halaman
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















