gesek-tunaiBANK Indonesia (BI) bakal menindak perbankan atau lembaga keuangan di Indonesia yang melang­gar larangan transaksi gesek tunai (gestun) menggu­nakan kartu kredit.

Oleh : Winda Herviana
[email protected]

Hal ini bertujuan untuk melindungi konsumen jasa sistem pem­bayaran, serta dalam rangka mendorong pertumbuhan industri kartu kredit tumbuh se­cara sehat dan aman.

Gubernur BI, Agus Mar­towardojo mengungkapkan, BI telah mengeluarkan aturan yang melarang transaksi gesek tunai dengan kartu kredit di seluruh merchant yang menjadi mi­tra perbankan maupun lembaga keuangan.

Praktik gesek tunai dilarang Berdasarkan Peraturan Bank In­donesia (PBI) No.11/11/PBI/2009 sebagaimana diubah dengan PBI No.14/2/2012 tentang Penyeleng­garaan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

Gesek tunai adalah penarikan dana tunai dengan menggunakan kartu kredit di merchant. Dengan melakukan gesek tunai, pemilik kartu kredit seolah-olah berbe­lanja di merchant, namun yang diperoleh bukan barang melainkan uang tu­nai.

Baca Juga :  Berulang Kali Diusulkan, Pelebaran Jalan Kapten Yusuf Tamansari Mandek

“Gesek tunai men­jadi perhatian BI, di mana secara aturan tidak diperboleh­kan. Tentu BI sudah se­cara teratur supaya tran­saksi ini ti­dak dilakukan di pasar,” ujar Agus Marto saat ditemui di kantor Kementerian Koordi­nator Bidang Perekonomi­an, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Perbankan atau lembaga keuangan, diharapkan Agus dapat mensosialisasikan aturan pelarangan ini kepada merchant. Jika melanggar, BI tak akan segan-segan melayangkan sanksi tegas kepada bank maupun lembaga keuangan.

“Kepada bank atau lembaga keuangan harus bisa meyakinkan merchant untuk tidak melakukan transaksi gesek tunai. Kalau masih ada yang melakukannya, BI akan mengam­bil tindakan keras. Ditindak seb­agai aturan,” terang Agus.

Ketika disinggung lebih jauh mengenai sanksi apa yang diberikan ke­pada perbankan yang melang­gar aturan ini, Agus e n g g a n berkomen­tar ban­yak.

Baca Juga :  Selewengkan Dana Desa, Dua Mantan Kades Ditangkap

Sebel­umnya, BI terus men­dorong upa­ya perlindun­gan konsumen jasa sistem pem­bayaran. Salah satu langkah yang ditempuh, adalah dengan mendorong pemberan­tasan transaksi gesek tunai. Sesuai dengan PBI tersebut, p i h a k a c ­quirer wajib menghentikan ker­jasama dengan merchant yang melakukan tindakan yang dapat merugikan bank penerbit kartu kredit.

Praktik gesek tunai berpoten­si menjerat pemilik kartu kredit dalam pinjaman yang dapat berakhir menjadi kredit berma­salah. Hal ini selain merugikan konsumen, juga berimbas pada meningkatnya Non Perform­ing Loans (NPL) bagi perbankan penerbit kartu kredit.

Selain itu, gesek tunai sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kegiatan pencucian uang. Transaksi gesek tunai juga dapat mengakibatkan kesalahan persepsi terhadap tu­juan dari kartu kredit yaitu untuk alat pembayaran, bukan fasilitas kredit dalam bentuk uang tunai. (net)