
Gus Mus mempunyai prinsip harus bisa mengukur diri. Setiap hendak memasuki lembaga apa pun, ia seÂlalu terlebih dahulu mengukur diri. Itulah yang dilakoninya ketika Gus Dur mencalonkannya dalam pemilihan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama pada Muktamar NU ke-31 itu. “Saya harus bisa mengukur diri sendiri. Mungkin lebih baik saya tetap berada di luar, memberikan masukan dan kritikan dengan cara saya,†jelas alumnus Al Azhar UniÂversity, Kairo (Mesir), ini, yang ketika kuliah mempunyai hobi main sepak bola dan bulutangkis.
Setelah tak lagi punya waktu meneruskan hobi laÂmanya, ulama ini lalu menekuni hobi membaca buku sasÂtra dan budaya, menulis dan memasak, termasuk masak makanan Arab dengan bumbu tambahan.
Lahir di Rembang, Jawa Tengah, 10 Agustus 1944, dari keluarga santri. Kakeknya, Kyai Mustofa Bisri adalah seorang ulama. Demikian pula ayahnya, KH. Bisri MusÂtofa, yang tahun 1941 mendirikan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, adalah seorang ulama karismatik terÂmasyur.
(Yuska Apitya Aji/ed:Mina)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















