Dollar Kembali Menguat

Ia menambahkan bahwa sentimen positif juga datang dari mata uang dunia yang may­oritas mengalami penguatan terhadap dolar AS. Kondisi itu menjadi momentum perbaikan bagi laju rupiah.

“Mulai adanya perbaikan pada mata uang euro dan di ka­wasan Asia menjadi salah satu katalis positif bagi rupiah,” kat­anya.

Analis PT Platon Niaga Ber­jangka Lukman Leong menam­bahkan bahwa spekulasi pelaku pasar terhadap ekonomi domes­tik setelah kebijakan pengampu­nan pajak cukup positif, sehing­ga membuka kecenderungan menguat bagi rupiah.

BACA JUGA :  Kolombia Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Portugal Tempel Ketat di Grup K

Di sisi lain, lanjut dia, kekha­watiran pelaku pasar uang ter­hadap inflasi saat bulan puasa dan Lebaran juga mulai mere­da. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Juni 2016 sebesar 0,66 persen. Sementara inflasi tahun kalender berjalan dari Januari hingga Juni 2016 sebesar 1,06 persen dan inflasi tahun ke tahun 3,45 persen.

BACA JUGA :  Beasiswa Kemenpora-LPDP 2026 Tahap 2 Resmi Dibuka, Atlet dan Pelaku Olahraga Berpeluang Kuliah S2-S3 Gratis

Sementara menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada hari ini rupiah berada pada 13.112 per dolar AS dibandingkan posisi sebelum Lebaran 13.172. (Abdul Kadir Basalamah)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================