
Iwan memberi sinyal tiÂdak akan menggandeng peÂrusahaan dari China untuk pembangunan PLTU Jawa 5 ini. “Di Jawa Bagian Barat ini kan sudah didominasi oleh pembangkit-pembangÂkit China, diharapkan nanti dari Jepang atau Eropa. LoÂkal pun banyak yang mau juga, kalau bisa lokal lebih bagus,†dia menuturkan.
Iwan yakin anak usaha PLN dan swasta yang diÂgandeng tak akan kesulitan untuk mencari dana pemÂbangunan PLTU Jawa 5. “Masalah pendanaan, dana itu bisa dari mana saja,†tuÂtupnya.
Sekedar informasi, pembangunan PLTU Jawa 5 direncanakan sejak tahun 2014 saat PLN masih dipÂimpin oleh Nur Pamudji, dan sudah masuk dalam RUPTL 2016-2025. Calon pembangkit terbesar di Asia Tenggara ini ditujukan unÂtuk menghindarkan Pulau Jawa dari ancaman krisis lisÂtrik di 2019.
Rencananya PLTU Jawa 5 sudah mulai konstruksi akhir 2016. Dalam RUPTL, PLTU Jawa 5 dijadwalkan bisa mulai beroperasi penuh dan memasok listrik (ComÂmercial Operation Date/ COD) di 2019.
Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, pernah menÂgungkapkan alasannya membatalkan lelang. Dia menilai bahwa kontraktor-kontraktor calon pemenang lelang kurang meyakinkan, kurang pas. Keraguan inilah yang membuat pihaknya memilih untuk membatalÂkan lelang.
“Dibatalkan kalau lelang PLTU Jawa 5. Kalau anda bosnya, kontraktornya anda tahu nggak pas, menurut anda baiknya dijalankan atau dibatalkan?†kata SoÂfyan, beberapa waktu lalu. (Abdul Kadir Basalamah)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















