
Selain itu, kata dia, seraÂpan anggaran hingga semester II TA 2016 yang masih dibawah 30 persen, juga jadi pertanÂyaannya. Ia mengkhawatirÂkan, jika ini terus berlarut, Sisa Lebih Penggunaan AnggaÂran (SiLPA) Rp 1,3 triliun pada 2015 lalu, bisa terulang atau membengkak.
“Kami sudah meminta BuÂpati Nurhayanti, selaku pimpiÂnan tertinggi mengevaluasi kinerja beberapa SKPD, satu diantaranya Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) yang menjadi penyumbang SiLPA cukup besar,†tegasnya.
Dari informasi yang diÂhimpun, rendahnya realisasi penyerapan anggaran ini, akibat banyaknya anggaran belanja langsung yang belum terlaksana, karena terlambat dilelangkan akibat dokumen lambat diserahkan ke Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ).
“Padahal belanja langsung itu terkait dengan kebutuhan hajat hidup orang banyak, seÂharusnya pada semester kedÂua ini semua belanja langsung sudah berjalan,†timpal Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Budi Sembiring. (Rishad NovianÂsyah)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















