Demam Pokemon

Kami baru-baru ini menemukan bahwa proses pembuatan akun Pokemon GO di iOS dengan keliru meminta izin akses penuh untuk akun Google pengguna. Namun, Pokemon GO hanya mengakses informasi dasar profil Google (yaitu User ID dan alamat email) dan tidak ada informasi akun Google lainnya sedang atau telah diakses atau dikumpulkan.

Setelah kami menyadari kesalahan ini, kami mulai bekerja untuk memperbaiki sisi klien un­tuk hanya meminta izin untuk informasi dasar profil Google, sejalan dengan data yang benar-benar kami akses. Google telah memverifikasi bahwa tidak ada informasi lain yang diterima atau diakses oleh Pokemon GO atau Niantic.

BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

Google akan segera mengurangi izin Poke­mon GO untuk hanya data profil dasar yang diperlukan Pokémon GO, dan pengguna tidak perlu mengambil tindakan sendiri.

Tapi ini bukan satu-satunya risiko keamanan untuk para penggemar Pokémon. Peneliti ke­amanan di Proofpoint telah menemukan versi berbahaya dari aplikasi Pokemon Go Android yang telah terinfeksi dengan alat akses re­mote yang memberikan penyerang kontrol penuh atas ponsel korban.

BACA JUGA :  Pancasila di Tengah Disrupsi Digital

Malware ini belum masuk ke toko aplikasi Google, tapi ditemukan dalam sebuah layan­an penyimpananfile online, yang dipasarkan kepada pengguna sebagai game asli. Karena permainan belum diluncurkan secara global, beberapa pengguna yang tidak sabar telah mengunduh Pokemon Go dari pihak ketiga, ses­uatu yg berisiko menginfeksi perangkat mereka dengan malware ini.

Maka, untuk penggemar Pokemon di Indo­nesia, di mana Pokemon Go belum diluncurkan secara resmi, mungkin sebaiknya menunggu dulu daripada membahayakan keamanan data pribadi.(*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================