DSCF8005_zps1185b2e6BANYAK orang lebih mengenal orang utan, gajah, harimau, dan badak saat bicara tentang satwa liar asli Indonesia padahal banyak satwa lain yang unik selain jenis itu. Tahukah bahwa ada katak di Indonesia juga menyimpan khasanah yang tak ternilai.

Oleh : Yuska Apitya
[email protected]

Ada reptil yang hidupnya hampir selalu di air, tetapi ada yang di dalam tanah atau melata di atas pohon. Saat ini Indonesia memiliki hampir 400 jenis amfibi dan lebih dari 750 jenis reptil.

Jumlah spesies ini terus mening­kat seiring dengan banyaknya pene­litian di bidang herpetologi walaupun banyak jenis yang juga terancam ke­beradaannya karena perubahan habi­tat dan perburuan untuk perdagangan ilegal.

BACA JUGA :  Siapkan Indonesia Emas, Ini Pesan Sekda untuk Ratusan Wisuda UIKA ke-78

Untuk mengenalkan dan menin­gkatkan pemahaman atas kehidu­pan amfibi dan reptil di Indone­sia, Fakultas Kehutanan IPB dan Perhimpunan Herpetologi Indonesia akan memperkenalkan Amfi­bi dan Reptil Indonesia melalui kampa­nye pro­gram ARK.

ARK adalah program “Amfibi dan Reptil Kita” yang digagas oleh Fakultas Kehutanan IPB dan Perhimpunan Herpetologi Indonesia (PHI) dengan dukungan dari National Geographic Foundation. “Sebagai kegiatan awal, ARK fokus pada pendidikan konserva­si amfibi dan reptil di Jawa dan Bali,” kata Amir Hamidy dari Perhimpunan Herpetologi Indonesia (PHI), Senin (18/7/2016).

BACA JUGA :  Peran 5 Mahasiswa IPB dalam Program PKM-PM, Mewujudkan Sustainable Lifestyle

Di tahun 2016 ini, ARK akan hadir di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Yo­gyakarta, dan Bali. Program ARK ini terdiri berbagai kegiatan antara lain pelatihan, pendidikan konservasi me­lalui Festival ARK, pengamatan amfibi dan reptil di malam hari bersama ko­munitas dan ARK bioblitz tahun 2017.

======================================
======================================
======================================