
Setelah dikurangi biaya pembeÂlian bahan baku ke pusat, gaji pegaÂwai, sewa tempat, dan biaya opÂerasional lainnya, mitra diprediksi bisa meraup laba bersih sekitar 25% hingga 30% dari omzet per bulan. Dari situ balik modalnya sekitar seÂtahun.
Yasin bilang, kelebihan WaroÂeng Serba Sambal terletak pada banyaknya pilihan menu sambal dengan tingkat kepedasan yang bisa dipilih sesuai selera pembeli. “Makanan yang diolah pun tanpa bahan pengawet dan selalu segar seÂtiap hari,†kata Yasin.
Luas tempat usaha yang dibuÂtuhkan sekitar 8 meter x 15 meter dengan bantuan enam orang pegaÂwai. Lokasi usaha disarankan di area ruko, mal, food court, atau gazebo ala pedesaan. “Target setiap emÂpat bulan membuka cabang baru,†ucap Yasin. Menurut Ketua WaralÂaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita supit, peluang usaha kuliner dengan menu sambal tetap menarik dan akan berkembang di tanah air. Karena di setiap daerah umumnya memiliki kekhasan sambal dan peÂminatnya pun banyak.
Namun, persaingan usaha tentuÂnya kian sengit seiring bertumbuhÂnya bisnis sejenis. Untuk itu, dia meÂnyebut bahwa pelaku usaha harus tetap menjaga kualitas dan standar menu di tiap gerai, standar pelayÂanan dan pegawainya. “Dalam bisÂnis kuliner, ciri khas makanan dan kebersihan tempat usaha penting,†sebut Levita.(Yuska Apitya/ktn)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















