B1-19-7-2016-BisnisOleh : Yuska Apitya
[email protected]

PEMERINTAH dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati asumsi makro ekonomi untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Pertumbuhan ekonomi diasumsikan pada rentang 5,2-5,6%.

“Dengan demikian Komisi XI menyepakati pertumbuhan ekono­mi 5,2-5,6% dengan catatan dari ma­sing-masing fraksi,” ungkap Ketua Komisi XI Ahmadi Noor Supid saat rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Komisi XI meminta kepada pemerintah memulai belanja pemerintah dalam RAPBN tahun 2017 untuk lebih fokus dan terukur dampak pembangunannya dalam membuat program-program belanja prioritas berdasarkan prinsip mon­ey follow program.

BACA JUGA :  Gerai Mie Gacoan di Kota Bogor Hadapi Tindakan Keras Karena Tak Patuh Aturan

Kemudian dalam penyu­sunan RAPBN yang akan datang agar lebih realistis dan berdasarkan kondisi perkembangan perekono­mian dan pengalaman di tahun-ta­hun sebelumnya.

Berikut hasil kesepakatan rapat:

Pertumbuhan ekonomi 5,2 – 5,6%

Inflasi 3 – 5%

Suku bunga SPN 3 bulan 5-6

Nilai tukar rupiah 13.300 – 13.600/US$

BACA JUGA :  Cara Membuat Ikan Bakar RM Padang yang Enak Anti Gagal untuk Menu Makan Siang

Kesepakatan ini berbeda den­gan yang diajukan oleh pemerin­tah. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan rentang yang disepakati masih sejalan den­gan proyeksi dari pemerintah.

“Kami melihat dinamika pem­bahasan, kalaupun intinya ditu­runkan ke 5,2% (batas bawah) juga kami tidak keberatan. Batas atas 5,6% kita proyeksikan seiring den­gan optimisme dari tax amnesty,” jelas Bambang pada kesempatan yang sama.

======================================
======================================
======================================