
Rekan OSIS yang diberikan amaÂnah untuk menjadi kakak pendampÂing dilarang keras melakukan tindakan kekerasan dan perpeloncoan terhadap siswa/siswi baru. Magreta mengatakan kembali bahwa tugas mereka untuk membiasakan para siswa baru terhadap peraturan yang ada di SMK Negeri 1 Kota Bogor. Hal demikiÂan dibenarkan oleh Nathan, siswa kelas 10 UPW 2. “Saya tidak merasa tertekan. Wajar saja jika anggota OSIS menegur siswa yang datang terlambat ataupun tidak disiplin. Tetapi, selebihnya saya rasa wajar saja jika anggota OSIS bersiÂkap tegas,†kata Nathan.
Penanggung Jawab MPLS SMK NegÂeri 1 Kota Bogor Miskam Hadiyanto membenarkan jika ada keterlibatan anggota OSIS. Miskam menegaskan bahwa anggota OSIS hanya sebagai kaÂkak pendamping yang bertugas menÂgisi kekosongan waktu luang, perihal kepanitiaan tetap dipegang oleh guru. Upaya lainnya untuk meminimalisir penyimpangan tindakan yang dilakuÂkan oleh para senior, Penanggung JawÂab kegiatan MPLS Sukardi menambahÂkan bahwa setiap detik panitia selalu memantau lingkungan sekolah.
Pemerintah pun tidak lepas tanÂgan begitu saja terhadap pelaksanaan MPLS tahun ini. Miskam mengatakan monitoring selama kegiatan MPLS oleh pemerintah yang diwakilkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kota BoÂgor terus dilaksanakan. Ketika BOGOR TODAY mencoba meminta konfirmasi terkait pernyataan tersebut, Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas PendiÂdikan Kota Bogor Iwan Setiawan memÂbenarkan. “Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) yang biasanya mengawasi setiap kegiatan MPLS seÂtiap harinya,†kata Iwan.
Perihal perpeloncoan yang diÂlakukan pada saat regenerasi anggota ekstrakulikuler, Sukardi meyakinkan bahwa dirinya menjamin 100% tidak ada perpeloncoan ketika regenerasi berlangsung nanti. “Pembina akan seÂlalu mengawasi setiap kegiatan ekstrÂakulikuler,†tutupnya. (Herza/Mgg/ed:Mina)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















