ISIS Kembali Ultimatum Paris

Dalam video kedua yang dirilis Wilayat Nineveh, dua tentara Inggris dengan bahasa Perancis berbicara kepada Presiden Francois Hollande, mengancam akan meningkat­kan serangan di negara itu.

Mereka juga mengatakan insiden di Nice adalah bukti ke­mampuan ISIS dalam melaku­kan serangan. Setelah itu, kedua orang dalam video itu memeng­gal kepala dua pria yang dise­but sebagai tentara Syiah Irak yang ditangkap dalam operasi militer di Nineveh. Perancis telah beberapa kali menjadi sasaran serangan militan.

BACA JUGA :  AS Dikabarkan Jalin Komunikasi dengan Oposisi Israel, Ketegangan dengan Netanyahu Kian Mencuat

Sebelum insiden di Nice, November lalu sekelompok pria bersenjata yang mengaku berbaiat kepada ISIS menem­baki warga dan meledakkan diri di Paris, menewaskan 130 orang. Pada Januari 2015, pria bersenjata menyerang kantor majalah satire Charlie Hebdo, menewaskan 12 orang.

BACA JUGA :  Gempa M 7,2 Guncang Jepang Utara, Tidak Ada Korban Jiwa maupun Ancaman Tsunami

Perdana Menteri Peran­cis Manuel Valls memper­ingatkan warganya terha­dap kemungkinan serangan teror yang bisa kembali terjadi di negara itu. Valls meminta warga agar belajar terbiasa hidup dengan anca­man. (Yuska Apitya/net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================