Berbincang Dengan Artis Perupa: Marco Cassani

“Seperti Cerberus, hewan penjaga gerbang neraka dalam mitologi Yunani, apa yang dilaku­kan Marco Cassani terdiri dari tiga kepala: perannya sebagai artis, perannya sebagai karyawan Lu­cie Fontaine – mengenai program unik ia mengembangkan karyanya Kayu di cabang Bali – dan yang terakhir, posisinya sebagai pendiri dan CEO dari VAPRICO (Value Prism Corporation), sebuah proyek seni yang diselenggarakan seperti sebuah usaha yang bertu­juan untuk menyoroti kekhasan manusia, mengumpulkan mereka dalam bentuk banyak intelektual.

Omni-tasking, skizofrenia dan penuh kontradiksi, posisi ini membawa segudang kemungki­nan: Mempertanyakan tidak han­ya pemahaman apa arti menjadi seorang seniman hari ini, hal itu juga memicu wacana yang lebih besar tentang kurangnya perbe­daan antara tenaga kerja serta rekreasi (produksi budaya yang paling mendasar) sementara men­capai hal yang paling paradoks dan oleh karena itu kontemporer hanya melalui posisi yang sama dengan yang dilakukan oleh Cas­sani.

BACA JUGA :  Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor Dimulai

Kedutaan Besar Italia dan In­stitut Kebudayaan Italia Jakarta dengan bangga mempersem­bahkan bincang-bincang dengan Artis perupa Marco Cassani dan Astrid Honold dari OFCA In­ternasional sebagai moderator. Marco Cassani berbicara tentang praktek seninya, terutama ten­tang pameran tunggalnya yang berjudul Indisciplinato di OFCA Internasional dari tanggal 26 Mei hingga 24 Juni, 2016 di kantor baru OFCA Internasional di Ge­dung Sarang,Yogyakarta.

BACA JUGA :  Jaro Ade Tegaskan Komitmen Pemkab Bogor Perluas Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan

“Disampaikan melalui serang­kaian tidakan yang sangat hati-hati diatur, termasuk pemotretan yang menggemakan studio Bran­cusi atau menggunakan “produksi seni” dari desa “manusia gila”, Indisciplinato mengungkapkan kemungkinan mempertanyakan sekali lagi keadaan seni, tapi kali ini dalam konteks jauh dari zona kenyamanan konseptual seni.

Dengan kata lain, ini penting untuk menekankan fakta bahwa Marco Cassani telah mengem­bangkan keradikalan dan konsep­tual tubuh bekerja dalam konteks Indonesia, sebuah negara yang dinamis dan memiliki semangat seni yang masih berakar pada pemahaman serta konvensi ten­tang apa artinya itu (atau maksud­nya) untuk menjadi seorang seni­man pada saat ini. “

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================