
Selain itu, Prasetyo juga menegaskan eksekusi mati tetap akan dilakukan meski ada pihak yang kontra terhadap hukuman ini. Bagi Prasetyo, eksekusi mati menjadi simbol dari perlawanan pemerintah IndoÂnesia terhadap peredaran narkotika. “PerÂang terhadap narkoba tidak akan pupus dari kita. Eksekusi mati ini bukanlah yang menyenangkan, tapi harus kita lakukan karena ini menyangkut keberlangsungan bangsa kita,†sebutnya.
Pelaksanaan eksekusi mati dipastikan dilaksanakan di Pulau Nusakambangan, CiÂlacap, Jateng. Pulau ini memang dikhususÂkan untuk penjara termasuk eksekusi para narapidana yang diputus hukuman mati.
Terkait persiapan eksekusi mati, KapolÂda Jateng Irjen Condro Kirono juga sudah melakukan pengecekan dan pengamanan di Pulau Nusakambangan pada Kamis, 28 April pekan lalu.
Seperti diketahui, usai divonis mati oleh PN Jakbar, Freddy Budiman dipinÂdahkan ke LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Di dalam penjara ia bebas menggunakan HP dan mengendalikan jarÂingannya, termasuk impor 50 ribu butir pil ekstasi dari Belanda.
Berdasarkan kesaksian Freddy yang dikutip dari putusan Pengadilan Negeri JaÂkarta Barat (PN Jakbar), Senin (25/7/2016), Freddy menggunakan bantuan koleganya di luar penjara. Kesaksian itu dibacakan secara tertulis untuk terdakwa Latief, alias adiknya.
Vonis mati yang dijatuhkan kepada Freddy Budiman tidak membuat nyalinya ciut. Ia bebas mengendalikan narkoba meski dalam penjara super maximum secuÂrity di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. “Pak, tolong buka web www.dhl.com dengan nomor XXX dan CL XXX,†kata Freddy dalam pesan BlackBerry Masanger kepada Steven alias Asun pada 4 April 2015.
Hal itu terungkap dalam putusan-putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) yang dikutip detikcom, Senin (25/7/2016), duduk sebagai terdakwa dalam perkara itu adalah Latief, alias adik Freddy.
BBM itu belum mendapat jawaban dari Steven. Keesokannya, Freddy kemÂbali mengirim BBM ke Steven sekitar puÂkul 11.00 WIB yang menegaskan meminta bantuan Steven untuk mengecek pengiriÂman paket dari Belanda ke Indonesia lewat Jerman.
Mendapati pesan BBM itu, Steven keÂmudian ke warnet di Jalan TTS Jembatan Lima, Jakarta Barat, keesokan harinya. Setelah dibuka website www.dhl.com, terlihat resi di layar. Steven kemudian memotret layar tersebut dan mengirimkan foto itu ke Freddy via BBM.
Dari Freddy, foto itu kemudian diterÂuskan ke Sujanto lewat BBM dan meminta Sujanto mengambil paket itu. Pada 7 April 2015 siang, Sujanto ditemani Aries PerÂdana mendatangi Kantor Pos Cikarang dan menghubungi petugas. Setelah dicek adÂministrasi, paket kardus warna cokelat disÂerahkan ke Aries dan biaya pos Rp550 ribu.
Sekeluarnya dari kantor pos, Steven dan Aries mencegat taksi. Ternyata diam-diam polisi dari Dir IV Bareskrim Polri memantau pergerekan paket itu sehingga Steven dan Aries dibekuk. Dari penangÂkapan ini terungkaplah puluhan transaksi Freddy dalam mengendalikan narkoba meski ada di dalam LP Nusakambangan.
Di kasus terakhir itu, merÂeka lalu diadili dan dihukum:1. Suyatno dihukum 20 tahun penjara.
- Suyatno alias Gimo dihukum 20 taÂhun penjara.
- Aries Perdana dihukum 20 tahun penjara.
- Latief (adik Freddy Budiman) dihuÂkum penjara seumur hidup.
Freddy sendiri dihukum mati dalam kasus penyelundupan 1,4 Juta butir ekstasi dari Hongkong. Berikut daftar hukuman komplotan itu:
- Freddy Budiman divonis mati.
- Ahmadi divonis mati.
- Chandra Halim divonis mati.
- Teja Haryono divonis mati.
- Hani Sapto Pribowo dipenjara seuÂmur hidup.
- Abdul Syukur dipenjara seumur hidup.
- Muhtar dipenjara seumur hidup.
- Anggota TNI Serma Supriadi divonis tujuh tahun penjara dan telah dipecat.
Freddy juga menyulap selnya di LP Cipinang menjadi pabrik narkoba. Berikut hukuman bagi orang yang terkait.
- Wakil Kepala Pengamanan Gunawan Wibisono dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.
- Aris Susilo dijatuhi hukuman lima taÂhun dan 10 bulan penjara.
- Cecep Setiawan Wijaya dihukum mati di kasus impor 6 kg sabu.
- Haryanto Chandra belum dipublikaÂsikan.
Adapun PK Freddy Budiman telah ditoÂlak Mahkamah Agung (MA). Dalam hitunÂgan hari, tim eksekutor akan menembak mati Freddy Budiman.
(Yuska Apitya Aji/ed:Mina)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















