Reshuffle Ekonomi Pro Kerakyatan

“Kebutuhan pokok jelas jadi pri­oritas. Beliau (Jokowi) meminta untuk segera dalam waktu singkat stabilisasi harga. Lalu kedua, Presiden minta segera melihat dan melaporkan tentang pembangunan pasar yang pakai APBN. Apa benar selesai semua, kalau belum apa sebabnya,” terang Enggartiasto.

Pihaknya juga berencana untuk meningkatkan kemampuan pen­gusaha dalam negeri agar mampu bersaing secara global sehingga pengusaha Indonesia dapat menjadi ujung tombak pembangunan eko­nomi nasional. “Meningkatkan ke­mampuan pengusaha kita sekarang di tengah kondisi global, kita selalu lihat ada peluang. Itu bukan anca­man selama kita bisa manfaatkan peluang,” kata Enggartiasto.

Kerja sama lintas kementerian, lanjut Enggar, juga dirasa penting un­tuk memecahkan masalah yang ten­gah dihadapi. Dalam hal pangan mis­alnya, Kemendag akan menggandeng Kementerian Pertanian untuk meny­elaraskan visi dalam masalah bahan pangan. “Saya kan minta waktu den­gan Kementerian Pertanian. Minggu depan ke sana sehingga bisa dapatkan pemetaan dan diskusi lalu ditindak­lanjuti ke Kementerian Perdagangan,” papar Enggartiasto.

Tidak hanya dengan Kementan, dirinya juga akan menggandeng beberapa kementerian lain untuk memecahkan berbagai persoalan pangan dan perdagangan yang ha­rus dicarikan solusinya. Selain itu, evaluasi terhadap 12 paket ekonomi yang telah diterbitkan Jokowi juga akan dilakukan. “Lalu dengan Ke­menterian Perindustrian dan Ke­menterian Keuangan dan Darmin (Menko) untuk memberikan arahan hal yang harus segara ditangani. Kita sudah punya paket kebijakan, kita lihat bagaimana implementa­sinya. Itu pekerjaan nggak mudah, jadi segera kami harus lari,” tutup Enggartiasto.

BACA JUGA :  Penjualan Mobil Mei 2026: Toyota Masih Dominan, Geely Masuk 10 Besar dan BYD Tersingkir

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo meyakini perombakan kabinet jilid II yang dilakukan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) demi menjadikan Indonesia yang lebih baik. “Saya yakin reshuf­fle itu berdasarkan kajian dan sesuai dengan kebutuhan agar bagaimana Indonesia bisa lebih maju ke depan,” tutur Agus, Rabu (27/7/2016).

Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia me­nyambut baik rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak kabi­net kerjanya (reshuffle), terutama di bidang ekonomi. Upaya ini diyakini dapat memberi sentimen positif bagi dunia usaha.

Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani menuturkan, reshuffle kali ini adalah yang paling baik karena ia percaya Jokowi sudah memper­timbangkan beberapa kondisi untuk mengganti jajaran pembantunya. Ia berharap, ini bisa membuat iklim bisnis menjadi lebih baik lagi. «Kami meyakini, reshuffle ini merupakan yang terbaik dan sudah melewati pros­es panjang. Kami menyambut baik karena yakin reshuffle dilakukan untuk perbaikan kami semua,» ujar Rosan.

BACA JUGA :  Apple Umumkan iOS 27 dan macOS 27, iPhone 11 Masih Kebagian Update

Kendati mendukung reshuffle, ia berharap, perombakan kabinet juga disertai dengan konsistensi kebijakan. Pasalnya, pergantian menteri kadang juga disertai dengan perubahan ke­bijakan yang kerap membuat dunia usaha penasaran.

Kalau pun memang terdapat kebijakan baru, diharapkan hal itu benar-benar bisa membantu sektor riil, karena sektor ekonomi mampu memberikan efek pengganda (multi­plier effect).

Kembali, untuk setiap kebijakan tentu saja harus dapat menciptakan lapangan kerja baru, itu yang perlu didorong. Selain itu, perlu ditekankan bagaimana meningkatkan daya saing dan keterampilan sumber daya manu­sia, karena sebagian besar tenaga kerja berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ke bawah,» tutur dia.

Rosan optimistis akan kompetensi nama-nama calon menteri di bidang ekonomi yang santer beredar. Namun, ia menolak untuk menilai lebih jauh kandidat.

Tidak bisa juga kami men-judge. Menurut kami nama-nama yang beredar itu belum pasti, tapi kalau pun iya insya Allah bisa memberikan sumbangsih yang baik, jelasnya.(*/ ed:Mina)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================