
“Kebutuhan pokok jelas jadi priÂoritas. Beliau (Jokowi) meminta untuk segera dalam waktu singkat stabilisasi harga. Lalu kedua, Presiden minta segera melihat dan melaporkan tentang pembangunan pasar yang pakai APBN. Apa benar selesai semua, kalau belum apa sebabnya,†terang Enggartiasto.
Pihaknya juga berencana untuk meningkatkan kemampuan penÂgusaha dalam negeri agar mampu bersaing secara global sehingga pengusaha Indonesia dapat menjadi ujung tombak pembangunan ekoÂnomi nasional. “Meningkatkan keÂmampuan pengusaha kita sekarang di tengah kondisi global, kita selalu lihat ada peluang. Itu bukan ancaÂman selama kita bisa manfaatkan peluang,†kata Enggartiasto.
Kerja sama lintas kementerian, lanjut Enggar, juga dirasa penting unÂtuk memecahkan masalah yang tenÂgah dihadapi. Dalam hal pangan misÂalnya, Kemendag akan menggandeng Kementerian Pertanian untuk menyÂelaraskan visi dalam masalah bahan pangan. “Saya kan minta waktu denÂgan Kementerian Pertanian. Minggu depan ke sana sehingga bisa dapatkan pemetaan dan diskusi lalu ditindakÂlanjuti ke Kementerian Perdagangan,†papar Enggartiasto.
Tidak hanya dengan Kementan, dirinya juga akan menggandeng beberapa kementerian lain untuk memecahkan berbagai persoalan pangan dan perdagangan yang haÂrus dicarikan solusinya. Selain itu, evaluasi terhadap 12 paket ekonomi yang telah diterbitkan Jokowi juga akan dilakukan. “Lalu dengan KeÂmenterian Perindustrian dan KeÂmenterian Keuangan dan Darmin (Menko) untuk memberikan arahan hal yang harus segara ditangani. Kita sudah punya paket kebijakan, kita lihat bagaimana implementaÂsinya. Itu pekerjaan nggak mudah, jadi segera kami harus lari,†tutup Enggartiasto.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo meyakini perombakan kabinet jilid II yang dilakukan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) demi menjadikan Indonesia yang lebih baik. “Saya yakin reshufÂfle itu berdasarkan kajian dan sesuai dengan kebutuhan agar bagaimana Indonesia bisa lebih maju ke depan,†tutur Agus, Rabu (27/7/2016).
Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meÂnyambut baik rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak kabiÂnet kerjanya (reshuffle), terutama di bidang ekonomi. Upaya ini diyakini dapat memberi sentimen positif bagi dunia usaha.
Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani menuturkan, reshuffle kali ini adalah yang paling baik karena ia percaya Jokowi sudah memperÂtimbangkan beberapa kondisi untuk mengganti jajaran pembantunya. Ia berharap, ini bisa membuat iklim bisnis menjadi lebih baik lagi. «Kami meyakini, reshuffle ini merupakan yang terbaik dan sudah melewati prosÂes panjang. Kami menyambut baik karena yakin reshuffle dilakukan untuk perbaikan kami semua,» ujar Rosan.
Kendati mendukung reshuffle, ia berharap, perombakan kabinet juga disertai dengan konsistensi kebijakan. Pasalnya, pergantian menteri kadang juga disertai dengan perubahan keÂbijakan yang kerap membuat dunia usaha penasaran.
Kalau pun memang terdapat kebijakan baru, diharapkan hal itu benar-benar bisa membantu sektor riil, karena sektor ekonomi mampu memberikan efek pengganda (multiÂplier effect).
Kembali, untuk setiap kebijakan tentu saja harus dapat menciptakan lapangan kerja baru, itu yang perlu didorong. Selain itu, perlu ditekankan bagaimana meningkatkan daya saing dan keterampilan sumber daya manuÂsia, karena sebagian besar tenaga kerja berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ke bawah,» tutur dia.
Rosan optimistis akan kompetensi nama-nama calon menteri di bidang ekonomi yang santer beredar. Namun, ia menolak untuk menilai lebih jauh kandidat.
Tidak bisa juga kami men-judge. Menurut kami nama-nama yang beredar itu belum pasti, tapi kalau pun iya insya Allah bisa memberikan sumbangsih yang baik, jelasnya.(*/ ed:Mina)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















