“Bisa dapat sehari Rp 50 ribu. Tapi kalau sedang sepi ya bisa di bawah itu. Barang-barang rongsokan kan harganya juga naik turun,†terang Firna.
Pekerjaan halal apapun dilakukannya di sela waktu beÂlajar demi keluarga. Ia pernah menjadi pelayan di rumah maÂkan hingga menjaga toko di daeÂrah perkebunan di Gunungpati. Menurutnya kerja keras dan berserah diri kepada Allah pasti akan menghasilkan sesuatu.
“Kuncinya itu yakin dan terus berusaha belajar giat. Saya yakin kalau berusaha dan minta sama Allah, maka keinginan kita pasti tercapai,†ujar Firna.
Setelah mendapat gelas sarjana, Firna belum berhenti berjuang, ia punya cita-cita melanjutkan ke pendidikan S2 ilmu politik. Ia berharap bisa berkuliah di National University of Singapore atau Universitas GaÂjah Mada.
“Saya ingin melanjutkan sekolah ilmu politik lagi. Ingin sekali ke National University of Singapore, kalau tidak ke UGM,†katanya.
Sementara itu Rektor Unnes, Fathur Rokhman mengatakan peluang Firna mendapatkan beasiswa magister ke Singapura sangat terbuka. Melalui beaÂsiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Firna akan diusahakan agar bisa meraih cita-citanya itu.
“Saya sudah berkonsultasi dengan pak Menristek Dikti, biÂlang ada mahasiswa Unnes anak pemulung tapi merupakan maÂhasiswa dengan skripsi terbaik dan ingin melanjutkan S2. Pak Menteri sudah menjawab akan bantu mengkomunikasikan,†kata Fathur.(Yuska Apitya/CNN)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















