Berapa Besar Gaji Sales Otomotif?

– Manajer: Rp7.217.500

Karyawan marketing di perusa­haan otomotif

– Staf: Rp 4.168.000

– Manajer: Rp 6.741.500

“Perlu diketahui, angka tersebut diperoleh dari perhitungan rata-rata gaji bersih yang diterima oleh para karyawan, termasuk karyawan di bidang sales dan marketing, dan belum termasuk dengan bonus serta tunjangan mereka,” ungkap Kemas Antonius, Chief Product Of­ficer Jobplanet di Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/7/2016).

Dalam riset kedua, untuk men­getahui tingkat kepuasan karyawan perusahaan otomotif terhadap gaji dan tunjangan mereka, Jobplanet menganalisis data dari 2.500 orang responden yang tersebar di seluruh Indonesia. Di antara para karyawan perusahaan otomotif tersebut, se­banyak 7,4% adalah karyawan di bidang sales dan 7,5% adalah kary­awan di bidang marketing.

BACA JUGA :  Vertu AlphaFold Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Premium dengan AI Asisten Pribadi Seharga Rp 110 Juta

“Tahun 2016 merupakan ta­hun yang menantang bagi industri otomotif, mengingat lambatnya pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah yang rendah, serta kurang­nya daya beli masyarakat. Namun berdasarkan riset, kami menemu­kan bahwa pada semester I-2016, karyawan perusahaan otomotif-ter­masuk karyawan sales dan market­ing-cukup puas dengan gaji dan tun­jangan mereka, meskipun tingkat kepuasan mereka tidak tinggi,” pa­par Kemas.

Gaji dan tunjangan merupakan bentuk penghargaan dari perusa­haan atas kontribusi karyawan, dan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja dan tingkat kepuasan karyawan terhadap peru­sahaan. Meski begitu, setiap perusa­haan memiliki standar pengupahan karyawan dan kebijakan mengenai bonus/tunjangan yang berbeda-beda, tergantung pada kemampuan perusahaan serta kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki oleh SDM (sumber daya manusia).

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

“Melalui riset-risetnya, Jobplan­et ingin memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pencari kerja, serta dapat menjadi benchmark bagi perusahaan dalam mengukur kualitas dan tingkat kepuasan kary­awan mereka,” pungkas Kemas.

(Al­fian Mujani|dtc)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================