
Benarkah penguatan rupiah ini dampak dari Tax Amnesty? Seorang karyawan bank asing bernama Melisa (35) mengaku, masyarakat cenderung melepas dolarnya karena dikhawatirkan semakin melemah seiring pemberÂlakuan Tax Amnesty.
“Kalau saya kan orang bank, sebenarnya lebih suka saya sih di keep. Barusan beli karena memang ada kebutuhan mau pakai, orang tua mau ke luar negeri.
Kalau yang investment-nya di dolar mungkin lebih banyak yang jual karena takut makin turun kareÂna ada tax amnesty. Kalau saya lebih suka di keep karena suatu hari bisa terpakai,†ujar Melisa saat ditemui detikFinance, di Money Changer PT Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Minggu (31/7/2016).
Warga lainnya bernama Reza menilai, penerapan Tax AmnesÂty tidak lantas membuat rupiah langsung menguat tajam dan meÂlemahkan dolar AS. Menurutnya, kebijakan Tax Amnesty justru akan berdampak di masa yang akan datang.
“Sebenarnya dengan kebijakan yang sekarang bisa berdampak pada 10 tahun ke depan. Sekarang kan ada MEA, diharapkan ini bisa memudahkan investor. Menurut saya nggak bisa berpengaruh langÂsung ke kondisi ekonomi begitu diterapkan orang banyak yang tukar dolar karena takut harganya turun,†ujar Reza.
Berbeda dengan Ika Glaspoll. Dia menyatakan kekesalannya denÂgan warga Indonesia yang menyimÂpan dana di luar negeri. Alangkah eloknya, jika hasil mencari uang di dalam negeri juga disimpan di dalam negeri bukan dipindahkan ke luar negeri.
“Yang nggak bayar pajak di sini nggak fair. Saya kan sering kumpul sama komunitas kampus di Sydney, jadi sering dengar saja kalau orang tuanya banyak yang menyimpan uangnya di negara itu. Enggak adil kan soalnya dia bisa kerja di IndoneÂsia tapi bayar pajak di sana. Semoga orang-orang yang nyimpan uang di luar negeri itu segera simpan di InÂdonesia, meski menurut saya nggak banyak berpengaruh sama rupiah sih,†imbuh Ika.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















