
Eka mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, lebih banyak warga yang menjual dolarnya daripada membeli. Ia mengatakan, harga mata uang Paman Sam itu mengalami penurunan dari biasanya. “BiÂasanya sih kurs Rp 13.075 (poÂsisi beli), sekarang turun,†ujar Eka.
Dalam beberapa pekan terÂakhir, USD memang bergerak stagnan terhadap rupiah. DoÂlar AS bergerak di kisaran Rp 13.100 dan tak jauh-jauh dari Rp 13.090. “Kalau pengunjung jual dolar ke kita hargai Rp 13.000 tapi kalau kondisinya sudah tidak bagus pakai harga kedua, Rp 12.900,†ujar Eka.
Eka mengatakan, peÂmakaian harga kedua itu juga diberlakukan untuk mata uang USD bernilai kecil. MisalÂnya, ketika ditukarkan dengan kondisi kurang bagus seperti kotor dan terlipat, maka niÂlai tukarnya menjadi lebih rendah. “Itu USD kecil. Bisa karena seri lama, kelipat, koÂtor, kurang bagus. Karena dari bank nya sudah sangat selektif dan tidak mau yang lecek atau pun kotor,†ujar Eka.
Salah satu warga yang terkena imbas misalnya HiÂdayatullah (45). Dia mengaku menukarkan USD ke rupiah dengan harga Rp 12.900, yang selanjutnya ditukarkan ke riyal. “Kalau saya jual dolar untuk diÂtukar lagi dan digunakan pergi haji minggu depan. Katanya jadi Rp 12.900 karena lembaÂran lama, masih bagus sih,†ujar Hidayatullah.
Warga lainnya, Budi, seÂbagai pemandu wisata yang sedang mengantar warga Oman ke Money Changer. Ia mengaku, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi Rp 12.900, dia sendiri tidak tahu kalau ternyata dipengaruhi kondisi itu.
“Saya lagi mengantar orang asing, warga Oman, Timur TenÂgah, dia jual dolar Rp 12.900. KaÂlau orang dari luar negeri kan tiÂdak tahu mungkin kalau terlipat dolarnya jadi turun. Mereka jual dolar karena untuk keperluanÂnya di sini, bayar hotel dan jalan-jalan,†ungkap Budi.
Kondisi ini juga terjadi pada mata uang Yuan. Salah satu warga bernama Mira menÂgaku, menjual yuan dihargai Rp 1.900. “Saya jual yuan jadi Rp 1.900, padahal kayaknya saya lihat di kurs rupiah hari ini sekitar Rp 2.000 tapi kenapa Rp. 1900, ternyata ngaruh ya kalau terlipat,†ujar Mira, salah seorang karyawan swasta, keÂmarin.(Yuska Apitya/dtk)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















