JAKARTA, TODAY—Dalam beberapa hari terakhir, transaksi penjualan mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) meningkat tajam. BanÂyak warga menjual USD di Money Changer PT Ayu Masagung. Berbagai alasan warga menjual dolarnya, mulai dari untuk memenuhi kebutuÂhan sehari-hari, investasi, dan lain-lain.
Di Money Changer PT Ayu Masagung, harga jual USD dipaÂtok Rp 13.125 dan harga beli Rp 13.000. Artinya, jika kita ingin membeli USD di Money ChangÂer tersebut dihargai Rp 13.125 dan sebaliknya.
“Jual dolar untuk bayar pegawai, karena saya dibayar pakai dolar (ekspor elektronÂik). Jadi untuk bayar pegawai harus ditukarkan,†ujar WiÂraswastawan, Murti, di Money Changer Ayu Masagung, di Jl Kwitang, Jakarta Pusat, Minggu (31/7/2016).
Warga lainnya yang datang mengaku menjual USD juga untuk keperluan selama beÂrangkat haji. “Saya jual dolar untuk ditukar lagi ke riyal unÂtuk pergi haji minggu depan,†ujar Wiraswastawan bernama Hidayatullah.
Selain Hidayat, beberapa warga Indonesia yang pulang dari luar negeri juga menjual USD. Misalnya Alex dan Yudi yang baru pulang ke IndoneÂsia dan ingin memakai untuk keperluan sehari-hari. “Karena saya dari luar digaji pakai dolar. Jadi di sini ditukarkan karena tidak bisa dipakai,†ujar Yudi yang baru pulang berlayar ini.Warga lainnya, lebih memilih
untuk membeli dolar AS. Salah satunya seorang karyÂawan bank asing, Melisa (35). “Kalau saya kan orang bank sebenarnya lebih suka saya sih di keep. Barusan beli karena memang ada kebutuhan mau pakai, orang tua mau ke luar negeri. Kalau yang mungÂkin investment-nya di dolar, mungkin lebih banyak yang jual karena takut makin turun karena ada tax amnesty. Kalau saya lebih suka di keepkarena suatu hari bisa terpakai,†ujar Melisa.
Akhir pekan lalu, nilai tukar USD terhadap rupiah bergerak di kisaran Rp 13.000-Rp 13.100. Di Money ChangÂer PT Ayu Masagung, harga jual USD dipatok Rp 13.125 dan harga beli Rp 13.000. Artinya, jika kita ingin membeli dolar AS di Money Changer terseÂbut dihargai Rp 13.125 dan seÂbaliknya. “Harga jual dolar AS Rp 13.125, sedangkan harga beli dolar Rp 13.000,†kata petugas PT Ayu Masagung, Eka Rinjani, di Kwitang, Jakarta Pusat, MinÂggu (31/7/2016).
Eka mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, lebih banyak warga yang menjual dolarnya daripada membeli. Ia mengatakan, harga mata uang Paman Sam itu mengalami penurunan dari biasanya. “BiÂasanya sih kurs Rp 13.075 (poÂsisi beli), sekarang turun,†ujar Eka.
Dalam beberapa pekan terÂakhir, USD memang bergerak stagnan terhadap rupiah. DoÂlar AS bergerak di kisaran Rp 13.100 dan tak jauh-jauh dari Rp 13.090. “Kalau pengunjung jual dolar ke kita hargai Rp 13.000 tapi kalau kondisinya sudah tidak bagus pakai harga kedua, Rp 12.900,†ujar Eka.
Eka mengatakan, peÂmakaian harga kedua itu juga diberlakukan untuk mata uang USD bernilai kecil. MisalÂnya, ketika ditukarkan dengan kondisi kurang bagus seperti kotor dan terlipat, maka niÂlai tukarnya menjadi lebih rendah. “Itu USD kecil. Bisa karena seri lama, kelipat, koÂtor, kurang bagus. Karena dari bank nya sudah sangat selektif dan tidak mau yang lecek atau pun kotor,†ujar Eka.
Salah satu warga yang terkena imbas misalnya HiÂdayatullah (45). Dia mengaku menukarkan USD ke rupiah dengan harga Rp 12.900, yang selanjutnya ditukarkan ke riyal. “Kalau saya jual dolar untuk diÂtukar lagi dan digunakan pergi haji minggu depan. Katanya jadi Rp 12.900 karena lembaÂran lama, masih bagus sih,†ujar Hidayatullah.
Warga lainnya, Budi, seÂbagai pemandu wisata yang sedang mengantar warga Oman ke Money Changer. Ia mengaku, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi Rp 12.900, dia sendiri tidak tahu kalau ternyata dipengaruhi kondisi itu.
“Saya lagi mengantar orang asing, warga Oman, Timur TenÂgah, dia jual dolar Rp 12.900. KaÂlau orang dari luar negeri kan tiÂdak tahu mungkin kalau terlipat dolarnya jadi turun. Mereka jual dolar karena untuk keperluanÂnya di sini, bayar hotel dan jalan-jalan,†ungkap Budi.
Kondisi ini juga terjadi pada mata uang Yuan. Salah satu warga bernama Mira menÂgaku, menjual yuan dihargai Rp 1.900. “Saya jual yuan jadi Rp 1.900, padahal kayaknya saya lihat di kurs rupiah hari ini sekitar Rp 2.000 tapi kenapa Rp. 1900, ternyata ngaruh ya kalau terlipat,†ujar Mira, salah seorang karyawan swasta, keÂmarin.(Yuska Apitya/dtk)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















