Enam Fraksi Kebut Pemilihan Wabup

Untitled-12PASCA Nurhayanti resmi menjadi Bupati Definitif pada Maret 2 015 lalu, hingga kini ia masih saja senang menjomblo alias tak memiliki Wakil Bupati.

Oleh : HENDI NOVIAN
[email protected]

Padahal luas Kabu­paten Bogor yang tak mungkin bisa diatasi Bupati se­orang diri, kekoson­gan kursi Wakil Bupati ini tentu sangat berdampak pada roda Pemerintahan yang di Pimpin­nya, padahal sebelumnya ang­gota DPRD Kabupaten Bogor sudah mempersiapkan segala aturan untuk menyandingkan Nurhayanti dengan wakilnya, namun hal itu tak sertamerta ditindak lanjuti oleh DPRD ter­jadi begitu panjang

Sehingga digadang gadang bulan Oktober mendatang tak lagi sendiri memimpin Kabu­paten Bogor, karena DPRD su­dah menargetkan pada bulan ke 10 tersebut, jabatan wakil bupati yang hampir dua tahun dibiarkan kosong segera terisi.

Keputusan tersebut di­ambil, dalam rapat paripur­na, setelah enam dari tu­juh fraksi diantaranya PPP, PDI Perjuangan, Gerindra, Restorasi Kebangsaan, PKS dan Demokrat mendesak pimpinan DPRD secepatnya membentuk panitia pemilihan (Panlih).

“Keberadaan orang nomor dua itu sangat dibutuhkan mengingat banyaknya persoa­lan yang tak kunjung tersele­saikan, termasuk didalamnya soal SILPA yang dua tahun berturut-turut menembus an­gka di atas Rp 1 triliun lebih,” kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Ade Senjaya, saat ditemui usai sidang paripurna pengesahan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

BACA JUGA :  200 ASN Kabupaten Bogor Adu Ketepatan di Turnamen Biliar Bupati Cup 2026

Menurut Ade, selain soal SILPA, akibat takadanya wakil bupati, Pemerintah Kabupat­en Bogor pun terpaksa harus menghadapi gugatan, gara-gara persoalan jalan rusak. “Ini baru satu kasus saja yang mencul kepermukaan dan ini terjadi, imbas lemahnya para petinggi Kabupaten Bogor menjalin komunikasi dengan rakyat. Jika saja ada wakil bu­pati, kemungkinan besar kasus digugat Pemerintah Kabupat­en Bogor dalam hal ini Bupati, tidak akan terjadi,” ungkap Anggota Komisi III.

Layaknya gayung bersam­but, hal senada ditegaskan Anggota Fraksi PKS Eko Syaiful Rohman, Anggota DPRD asal Dapil II ini mengatakan, rakyat Kabupaten Bogor sudah lama menunggu kehadiran wakil bu­pati, tapi entah kenapa DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat tak kunjung melaksana­kan pemilihan.

Padahal kata Eko, semua perangkat dari mulai aturan hukum dan lain-lainnya su­dah siap. Bahkan Kementerian Dalam Negeri melalui Guber­nur Jawa Barat telah melayang­kan surat, yang isinya antara lain meminta kekosongan jabatan Wakil Bupati sece­patnya diisi.

“Wilayah Kabupaten Bogor itu kan luas, masalahnya san­gat komplek, dari kerusakan infrastruktur hingga penanggu­langan angka kemiskinan. Se­mua persoalan itu tak mungkin diselesaikan Bupati seorang diri, makanya perlu adanya pendamping,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tidak Terprovokasi, Seluruh Kepala Desa di Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Kompak Jaga Kondusifitas Kabupaten Bogor 

Ditempat terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi kepada awak media mengatakan keputusan si­dang paripurna soal pengisian jabatan Wabup itu akan ditin­daklanjuti dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus). “Saya baik sebagai pimpinan DPRD maupun Ketua Partai Golkar Kabupaten Bogor memiliki pendangan yang sama dengan fraksi-fraksi lainnya yang ada di DPRD,” katanya.

Ade mengatakan, masalah pengisian Wabup ini sepe­nuhnya tergantung dari pimpi­nan partai yang menjadi pen­gusung pasangan Rachmat Yasin dan Nurhayanti, pada Pemilukada 2013 lalu, karena penentuan siapa yang akan diusulkan mengikuti pemili­han orang nomor dua di Bumi Tegar Beriman itu kewenan­gannya ada di partai bukan di fraksi.

“Pimpinan DPRD pada De­sember 2015 lalu sudah men­g i r i m k a n surat ke­pada para ketua par­tai pen­g u s u n g , untuk men­gusulkan nama-nama kadernya. Golkar sendiri, sudah mengusul­kan nama Hiday­at Royani,” je­lasnya.

Surat pimpinan DPRD itu kata pria yang akrab disapa Jaro Ade, untuk menin­daklanjuti keluarnya surat dari Kementerian Dalam Neg­eri. “Pimpinan parpol koalisi sebelumnya pernah dua kali bertemu membahas m a s a l a h pengisian W a b u p yang tera­khir di Hotel Aston , ” pungkasnya.

 

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================