Halal Bi Halal, Cara Orang Indonesian Berkumpul Dan Saling Memaafkan Dalam Kesempatan Idul Fitri

A9--02-8-2016-ArtNia S. Amira
[email protected]

Dikatakan, meskipun dari bahasa Arab, dapat pas­tikan orang-orang Arab sendiri tidak akan mema­hami arti sebenarnya dari Halal Bi Halal. Secara agama, istilah Halal Bi Halal ini tidak berasal dari Al- Qur’an dan Hadits, tetapi ini adalah ungkapan khas dan kreativitas ma­syarakat Indonesia. Meskipun asal makna adalah “tidak jelas”, Halal Bi Halal adalah tradisi yang sangat baik untuk dirayakan, karena mer­eka yang menyelenggarakannya adalah orang-orang yang mencoba untuk mempraktekkan ajaran Islam tentang persahabatan yang baik, perlunya saling memaafkan, dan untuk saling memberikan contoh yang baik antara manusia.

Menurut Quraish Shihab, yang ahli dalam Interpretasi Islam, tu­juan Halal Bi Halal adalah untuk menciptakan harmoni antara manu­sia. Dengan kata lain, Halal Bi Halal adalah saat berkumpul untuk saling memaafkan pada kesempatan Idul Fitri (baca: Lebaran) dan ini meru­pakan tradisi khusus Muslim di In­donesia.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Ajak Warga Manfaatkan Program Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Bogor

Sementara itu, Drs. H. Ibnu Dja­rir dari MUI Jawa Tengah menjelas­kan sejarah atau asal pertemuan ini terdiri beberapa versi. Menurut sebuah sumber yang dekat dengan Istana Mangkunegara di Surakarta, tradisi Halal Bi Halal awalnya dip­elopori oleh KGPAA Mangkunegara I (Sultan Solo), yang dikenal juga sebagai Pangeran Sambernyawa. Untuk menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya, setelah salat Idul Fitri pertemuan khusus diadakan antara Raja (Sultan) dengan pung­gawa dan prajurit secara serentak di balai istana.

Semua punggawa dan prajurit dengan teratur memberikan hormat kepada Raja dan Ratu (baca: Sung­kem kepada Raja dan Ratu). Cara berkumpul versi Pangeran Samber­nyawa kemudian ditiru oleh semua organisasi Islam, dan kemudian dikenal luas sebagai acara Halal Bi halal.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

Demikian juga, pertemuan itu diadakan oleh alumni SMAN 28 Jakarta pada hari Sabtu, 30 Juli 2016. Halal Bi Halal menyatukan alumni dari 12 kelas setelah pulu­han tahun dipisahkan oleh jarak dan waktu, hari bahagia itu akh­irnya tiba. Teman, sahabat berte­mu satu sama lain dalam perasaan haru dan gembira; senda gurau, menyanyikan lagu-lagu nostalgia, tertawa senang, semuanya larut dalam kebahagiaan. Jutaan bulan telah memudar, 379 Purnama telah berlalu. Kerinduan untuk yang ter­cinta telah terobati, teman sejati telah kembali.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================