Inflasi Juli Naik Tipis 0,69 %

Menyusul kemudian kelompok bahan makanan, yang mengalami inflasi sebesar 1,12 persen. Selanjut­nya kelompok makanan jadi, minu­man, rokok, dan tembakau men­galami penaikan harga 0,54 persen.

Sementara untuk kelompok ke­sehatan mencatatkan inflasi 0,37 persen, sedangkan kelompok pe­rumahan, air, listrik, gas, hingga bahan bakar peningkatannya men­capai 0,24 persen dan sandang sebesar 0,44 persen. Seiring dengan momentum masuknya tahun ajaran baru, kelompok pendidikan, rekrea­si, dan olah raga membukukan in­flasi sebesar 0,51 persen.

BACA JUGA :  Vertu AlphaFold Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Premium dengan AI Asisten Pribadi Seharga Rp 110 Juta

Sementara untuk inflasi inti, BPS mencatat realisasi sebesar 0,34 persen pada Juli 2016. Secara kumu­latif, inflasi inti selam aperiode Jan­uari-Juli 2016 mencapai 1,88 persen.

Dari 82 kota yang disurvei BPS, lanjut Suryamin, sebanyak 78 kota mengalami inflasi dan hanya em­pat kota yang mencatatkan deflasi. “Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,34 persen dan terendah di Gorontalo sebesar 0,06 persen. Sementara, deflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,1 pers­en,” ujarnya.

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan inflasi bulan lalu hanya berkisar 0,74 persen atau lebih rendah dari proyeksi sebelum­nya, 1 persen. Koreksi tersebut ter­jadi akibat turunnya harga sejumlah barang, termasuk barang pangan.

“Seperti (harga) telur ayam itu turun,” ujar Gubernur BI Agus DW Martowardojo akhir pekan lalu.(*)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================