
Oleh : Calviano Nathanael
[email protected]
Kesejahteraan keluarga adalah hal yang patut dijunÂjung tinggi oleh masing-masing keluarga, demi keÂberlangsungan hidup yang lebih baik. Tidak hanya secara sosial, namun juga dari sisi kesehatan.
Oleh karena itu, teknologi melahirkan sebuah temuan baru yang bisa membantu para pasangan, mengontrol keÂhamilan dan kelahiran, sesuatu yang bisa membantu meÂnyejahterakan keluarga, yakni dengan pil KB.
Dokter Tri Ari Wibowo menjelaskan kesimpang-siuran yang terjadi perihal konsumsi pil KB ini. “Tidak benar,†ujar Aria, ketika ditanya kebenaran bahwa konsumsi pil KB bisa membuat gemuk.
Aria menjelaskan, pada dasarnya, tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi pil KB dengan melonÂjaknya berat badan wanita.
“Pil KB yang tersedia di pasaran saat ini termasuk ke dalam dosis yang masih rendah, dan tidak memicu kenaiÂkan berat badan. Jadi para wanita seharusnya tidak takut,†ujarnya.
Kenaikan berat badan bisa ditengarai oleh beberapa hal lain, selain konsumsi pil KB yang mungkin tidak disadari wanita tersebut.
Untuk itu Aria menyarankan, Bila mengalami kenaikan berat badan saat menggunakan pil KB, coba cari tahu terÂlebih dahulu, faktor apa yang mungkin memicu kenaikan berat badan selain pil KB.
Jika sudah ditemukan, maka segera ubah kebiasaan tersebut, karena bisa membahayakan kesehatan. Jangan lupa, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan, bila mengalami keanehan lain yang berkaitan dengan soal kewaniÂtaan.
Meski demikiÂan, walau banÂyak manfaatnya pemakaian pil KB terkadang tidak dianjurÂkan. Dalam kondisi tertentu seperti hamil, meÂnyusui, perdarahan vagina yang tidak jelas, menderita penyakit lever, kanke r payudara, dan migrain, seorang wanita tidak diÂanjurkan menggunakan pil KB. â€Kalangan peremÂpuan yang sudah menginjak masa menopause juga disarankan tidak menggunakan pil KB. Hal ini karena kandungan hormon estrogen dan proÂgesteron sintetis dalam pil KB terbilang tinggi,†ungkapnya.
Kandungan hormon yang tinggi pada pil KB, menurut Soehartono, justru bisa merugikan kaum perempuan karena bisa merangsang munÂculnya kanker payudara.
Risiko kanker payudara ini bisa meÂningkat jika mengonsumsi pil KB, demikian menuÂrutnya. (*)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















