BERLUSCONI LEGO AC MILAN

Perusahaan di balik konsorsium asal China yang membeli AC Milan adalah pe­rusahaan Manajemen Investasi Changxing, demikian dikabarkan La Gazzetta dello Sport. Konsorsium itu dipimpin pengusaha bernama Li Yonghong dan disokong Haixa Capital, perusahaan modal milik pemerin­tah China.

Nilai tersebut membuat Changxing mendapatkan 99,93 persen saham klub, se­mentara 0,07 persen sisanya akan dipertah­ankan oleh keluarga Silvio Berlusconi.

Semula, Milan sempat dikabarkan akan dibeli oleh konsorsium yang dimiliki Sonny Wu, pengusaha pengusaha China yang juga Direktur Umum perusahaan ekuitas privat GSR Capital.

Sementara itu, laporan MilanNews.it menyatakan bahwa konsorsium yang resmi mendapatkan Milan dipimpin oleh pengusa­ha bernama Han Li, salah seorang anggota konsorsium Sonny Wu sebelum konsorsium tersebut mengalami perpecahan internal.

TIGA DEKADE

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Dorong Budaya Literasi Lewat Out of The Boox 2026

Berlusconi yang seorang penduduk asli kota Milan membeli kesebelasan yang diju­luki Rossoneri itu pada Februari 1986 me­lalui perusahaan media miliknya, Finnivest. Bukan hanya menyelamatkan Milan dari kebangkrutan, Berlusconi pun menanam­kan uang untuk membawa Milan pada era kejayaannya.

Di bawah kepemimpinan Berlusconi, AC Milan menjadi raja Eropa dengan mengum­pulkan lima gelar Liga Champions pada peri­ode 1988-2007. Ini belum menghitung dela­pan gelar Liga Italia pada periode yang sama.

Kemerosotan Liga Italia dalam satu dekade terakhir turut membuat AC Milan ikut terpuruk. Rossoneri kini tak lagi punya daya pikat dan kekuatan finansial yang sama untuk menarik talenta terbaik di dunia, ma­salah yang secara kasar hanya bisa disele­saikan oleh kedatangan pemodal baru.

Berlusconi secara terbuka telah me­nyatakan dirinya kini tak bisa bersaing den­gan pengusaha Rusia atau Timur Tengah yang dalam satu dekade ke belakang muncul di peta persepakbolaan Eropa dan menga­caukan standar harga pemain.

BACA JUGA :  PWI Kabupaten Bogor Sembelih 1 Sapi dan 9 Kambing, Tebar Semangat Berbagi di Iduladha 1447 H

Karena itulah, pria yang sudah tak men­jabat lagi sebagai Perdana Menteri Italia tersebut kini melepas kesebelasan kesayan­gannya itu.

Ini adalah ketiga kalinya perusahaan Chi­na membeli saham klub besar Eropa.

Pada Desember lalu, dua perusahaan milik pemerintah China, yaitu China Me­dia Capital (CMC) dan Citic Capital, resmi mendapatkan 13 persen saham Manchester City seharga USD400 juta.

Sementara itu, Inter Milan juga telah menjual 70 persen saham mereka pada Grup Suning, raksasa penyalur alat elektronik dan rumah tangga asal China. (Alfian M|cnn)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================