Dewan Desak Lakukan Evaluasi SKPD

Untitled-13BUPATI Bogor Hj Nurhayanti M.Si terus memberikan perhatian khusus kepada dinas-dinas yang tingkat serapan anggarannya masih rendah. Bahkan Bupati tidak menutup kemungkinan mencopot atau memutasi kepala dinas tersebut.

Oleh : HENDI NOVIAN
[email protected]

Masih tingginya dana APBD yang diparkir di bank, yakni Rp 1,7 triliun, juga mendapat perhatian khu­sus dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Yuyud Wahyudin. Dia menduga sisa anggaran tahun 2016 ini juga masih akan berada di atas Rp 1 triliun.

Menurut Yuyud, Bupati Bogor seharusnya melakukan evaluasi secara menyeluruh kepada Satuan Kerja Perang­kat Dareah (SKPD) terkait masih tingginya anggaran yang diparkir di bank. Politisi PPP ini meminta Bupati Nurhay­anti agar segera meralisasikan program kerja di setiap SKPD. “Masih banyak program kerja yang belum teralisasi, aki­batnya perputaran ekonomi di masyarakat pun lemah. Ini bisa membahayakan jalanya roda pemerintahan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Warga Malasari Sumringah, Puncak HJB ke-544 Dongkrak Perekonomian

Yuyud menolak alasan Pemkab Bogor yang menga­takan bahwa banyak pihak ketiga yang tidak mengam­bil uang muka 30% dalam mengerjakan proyek. Menu­rut Yuyur, hal itu sangat tidak mungkin mengingat banyak pihak ketiga yang membutuh­kan dana besar untuk men­jalankan setiap proyek. ‘’Tidak mungkin pihak ketiga tidak mengambil atau menagih ke Pemkab,’’ katanya.

Menurut hasil evaluasi DPRD, sejumlah SKPD sera­pan anggarannya masih san­gat rendah. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Saptariani mengatakan, Pemkab Bogor seharusnya belajar dari dua periode sebelumnya yang menghasilkan silpa tinggi, se­hingga tahun ini hal serupa tak terjadi lagi. ‘’Seharusnya tidak terulang ketiga kalinya, dan ini menjadi perhatian khusus se­mua pihak,” jelasnya.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

Sebagaimana diketahui ada tiga dinas yang menjadi soro­tan Bupati Nurhayanti antara lain Dinas Bina Marga dan Pengairan, Dinas Pendidikan, Dinas Kebersihan dan Perta­manan Kabupaten Bogor. Bu­pati menaruh perhatian khu­sus pada Dinas Bina Marga dan Pengairan di bawah kepem­impinan Edi Wardani. Dinas ini memiliki anggaran paling besar. Tak tanggung-tanggung Rp 600 miliar anggaran yang dikucurkan pada tahun 2016. Sekitar 75 persen anggaran dialokasikan bagi belanja ins­frastruktur. “Dinas Bina Marga yang banyak duitnya, tapi itukan karena masih banyak pihak ketiga belum mengambil hak-haknya dan tak bisa dipak­sakan untuk ditarik. Terkadang setelah 100 persen pengerjaan baru diambil. Yang terpenting fisik di lapangannya juga baik,” klaim Nurhayanti.

 

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================