
“Kondisi geografis dan demografis Indonesia serta keberagaman lainnya meÂmunculkan kesenjangan inforÂmasi dan komunikasi. Untuk itu warga yang “buta†digital harus dikurangi,†tuturnya.
Dalam Membangun konÂsep smart city sendiri lanjutÂnya, tidak hanya smart secara teknologin tapi juga smart people atau masyarakat cerÂdas. Selain itu tanpa didukung sosialisasi dan edukasi pun akan percuma.
“Konsep kolaborasinya juga perlu didorong jadi tujuannya tidak hanya infrastruktur tapi juga sosialisasinya,†paparnya.
Selain keempat kriteria tersebut, penilaian yang diterÂapkan dipengaruhi pemahaÂman kepala daerah terhadap perkembangan teknologi digiÂtal dalam membantu proses pelayanan bagi masyarakat.
Untuk keberhasilan yang diraih Kota Bogor, Telkom akan memberikan akses wifi gratis di 10 titik ruang publik. Selain itu menyediakan aplikaÂsi PADI (Pustaka Digital) yang terdiri dari 1000 buku. “Untuk PADI, Insya Allah mulai bisa digunakan 18 Agustus 2016. Lokasinya sendiri di SMAN 1 Kota Bogor,†imbuhnya.
Diketahui, dari 548 pemerÂintah daerah di Indonesia, 126 diantaranya sudah menerapÂkan konsep smart city. Dari jumlah ini dipilih 71 diantaÂranya sebagai penerima pengÂhargaan Smart City, dimana Kota Bogor menjadi salah satu yang dianggap berhasil dalam penerapannya.
(Abdul Kadir Basalamah)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















