JAKARTA TODAY– Presiden Joko Widodo meminta KepoliÂsian Republik Indonesia berÂhati-hati menyelidiki dugaan keterlibatan aparat dalam jaringan narkotika. Ia ingin polisi menelusuri penÂgakuan terpidana mati Freddy Budiman yang disampaikan kepada Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar.
“Diung k ap dan diproses kaÂlau benar-benar sesuai yang disampaikan,†kata Jokowi, keÂmarin.
Haris Azhar mengungkapÂkan pengakuan Freddy dalam tulisannya di akun Facebook-nya berjudul “Cerita Busuk dari Seorang Bandit.†Isinya adalah pengakuan terpidana mati kaÂsus narkoba Freddy. Pesan itu tersebar secara cepat di media sosial pada Kamis malam, 28 Juli 2016.
Dalam tulisannya itu, Haris mengaku pernah mengunjungi Freddy di Lembaga PemasyaraÂkatan Baru, Nusakambangan, Jawa Tengah, pada 2014. Saat itu, Freddy menceritakan keÂpada Haris soal keterlibatan angÂgota Badan Narkotika Nasional, Tentara Nasional Indonesia, dan Polri dalam bisnis narkobanya. Akibat tulisannya itu, tiga lemÂbaga itu melaporkan Haris ke Badan Reserse Kriminal Polri.
Jokowi menyayangkan keÂnapa baru sekarang pengakuan Freddy itu diungkap. Padahal, gembong narkoba itu disebut-sebut sudah menceritakannya pada 2014 lalu. “Peristiwa ini suÂdah lama. Kenapa tidak diungÂkap dulu-dulu,†kata dia.
Jokowi telah memerintahÂkan Kapolri Jenderal Tito KarÂnavian membuat tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Presiden juga mengajak pihak-pihak yang kompeten ikut menÂgungkap pengakuan Freddy. Ia ingin mereka ikut bergabung ke dalam tim yang telah dibentuk Polri. “Semakin banyak pakar yang punya kemampuan untuk mengungkap, silakan masuk,†ujarnya.(Yuska Apitya/tmp)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















